smmpn 1
ILUSTRASI : SMPN 1 Kota Depok menjadi tuan rumah lomba Pasanggiri ke-17 tingkat Kota Depok, 16-17 Juni 2021 mendatang. IST

RADARDEPOK.COM – Tak lama lagi SMPN 1 Kota Depok menjadi tuan rumah lomba Pasanggiri ke-17 tingkat Kota Depok. Segala persiapan sudah dilakukan demi lancar dan suksesnya lomba yang rencananya dihelat 16-17 Juni 2021 mendatang.

“Kami sudah siap menjadi tuan rumah lomba pasanggiri virtual yang mengikutsertakan sekolah dasar (SD) dan SLTP semua sudah kami siapkan termasuk konsolidasi dengan sekolah peserta lomba,” ujar Kepala SMPN 1, Wahyu Hidayat Hidayat saat meninjau persiapan panitia lomba di gedung sekolah, kepada Harian Radar Depok, Selasa (8/6).

Wahyu mengungkapkan,  sebagai sekolah negeri yang fokus dengan bidang pelajaran seni dan budaya membuat persiapan penyelenggaraan lomba tidak terlalu memberatkan bagi para praktisi pendidikan yang terlibat dalam kepanitiaan.

“Sekolah kami merupakan sekolah negeri yang konsen dalam pembelajaran seni dan budaya, hal ini dapat dilihat dari ketersediaan ruang kelas seni yang jumlah nya ada 6 kelas di SMPN 1,” urai Wahyu.

Saat disinggung soal pengadaan ruang kelas seni di SMPN 1, orang nomor dijajaran SMPN 1 mengatakan hal itu memang sudah menjadi ketetapan Dinas sebagai wadah pengembangan bakat seni siswa.

“Minat siswa terhadap pelajaran seni dan budaya cukup tinggi terutama dibidang seni tari makanya disekolah kami disediakan kelas khusus seni yang ternyata peminatnya cukup banyak,” ujarnya.

Kelas Seni SMPN 1 menyelenggarakan pelajaran seni tradisional dan seni modern yang telah dilengkapi dengan fasilitas pendukung peralatan belajar seni. Seni tradisional yang dikembangkan di sekolah diantaranya, Tari Sunda, Degung, Angklung, Pasanggiri, dan drama musik tradisional sedangkan untuk seni modern kami mengadakan pembelajaran seni Musik Band, Akustik Gitar, Paduan Suara, Vokal, Seni Rupa, dan Sinematografi.

Untuk memaksimalkan kualitas hasil belajar Kelas Seni, pihaknya telah menyiapkan 10 guru pelatih pembina seni yang sangat kompeten dibidangnya.

“Alhamdulillah disekolah kami sudah ada sepuluh guru pelatih pembina yang siap mentransfer ilmu pengetahuan dibidang seni baik seni tradisional maupun seni modern, kami bertekat akan mempertahankan keberadaan kelas seni sebagai upaya melestarikan seni budaya serta sarana penyaluran bakat siswa dibidang seni dan budaya terutama seni budaya tradisional Indonesia,” tutup Wahyu.(tul/rd)

Jurnalis : Lutviatul Fauziah 

Editor : Fahmi Akbar