idris berdoa di depan makam
BERDOA : Walikota Depok, Mohammad Idris didampingi Plt Camat Cipayung, Hasan Nurdin memanjatkan doa untuk KH. Burhanudin Marzuki, di Pondok Pesantran Qotrunnada, Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung, Selasa (15/06). FOTO : DAFFA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pemimpin Pondok Pesantren Qotrunnada Depok, KH. Burhanudin Marzuki menghembuskan nafas terakhirnya pada Senin, (14/6) pukul 20.00wib dan dimakamkan di Pondok Pesantren Qotrunnada. Sejumlah tokoh ikut menyambangi makam KH. Burhanudin Marzuki. Termasuk Walikota Depok, Mohammad Idris.

Walikota Depok, Mohammad Idris mengucapkan doa dan belansungkawa atas wafatnya KH Burhanudin Marzuki. Dirinya merasa kehilangan salah satu ulama sekaligus pengurus pesantran Qotrunnada.

“Sebenarnya tidak asing dengan beliau, karena bagian dari keluarga kami. Bapak saya itu kenalan baik dengan Kyai Marzuki (bapak KH Burhanudin Marzuki). Disamping kesibukan mengurus pesantren, beliau tidak meninggalkan dakwah,” ujarnya kepada Radar Depok, Selasa (15/06).

Kata Idris, KH. Burhanudin Marzuki adalah sosok ulama yang tidak banyak berbicara. Tetapi, jika diajak berdialog dengan tema keislaman yang terdapat kekeliruan. Maka, dia langsung semangat memberikan pandangannya.

“Paling sering itu masalah fiqih dan peradaban Islam. Wawasannya luas kalau berdialog dan menyampaikan pandangan,” bebernya.

Idris mengungkapkan, tidak akan pernah melupakan setiap momen menggali ilmu keislaman bersama KH Burhanudin Marzuki. Kala itu, dirinya masih aktif mengaji setiap malam Rabu.

“Beliau ini waktu itu sebagai penggerak pengajian. Lalu yang paling berkesan bagi saya, waktu pengajian keterbukaan diskusi pemikiran sampai menjelang shubuh. Berdialog mengenai keislaman dan tata pemikiran islam yang akan datang. Minta doanya semoga beliau di tempatkan di sisi Allah SWT dan khusnul khatimah,” tukasnya. (rd/daf)

 

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Pebri Mulya