tiga RW kecamatan cipayung lomba
TULARKAN : Sosialisasi Eco Enzim di RW7 Ratujaya oleh Penyuluh Pertanian Kecamatan Cipayung, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian Dan Perikanan (DKP3) Kota Depok. FOTO : DAFFA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, RATUJAYA – Sebagai bentuk persiapan menghadapi lomba Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Menanam Cinta di Pekarangan dengan Memanfaatkan Limbah Rumah Tangga (Naci Pera Falimruta), tiga RW perwakilan Kelurahan Ratujaya diberi edukasi pembuatan Eco Enzim dengan memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi penyubur tanaman.

Penyuluh Pertanian Kecamatan Cipayung, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian Dan Perikanan (DKP3) Kota Depok, Iqbal mengatakan, sosialisasi pembuatan Eco Enzim ini untuk mengurangi limbah rumah tangga, khususnya kulit buah dan sayuran.

“Eco Enzim ini bisa untuk penyubur tanah, pembasmi hama, ataupun penyakit. Bila pengolahannya lebih bersih, kulit buahnya dapat dimanfaatkan sebagai pembersih lantai, piring, sabun mandi, bahkan diminum karena dalam larutan itu ada mikroba yang baik untuk pencernaan,” ujarnya kepada Radar Depok.

Kata Iqbal, untuk membuat Eco Enzim ini cukup mudah. Yaitu menggunakan gula merah aren atau molase (saripati air tebu), ditambah kulit buah-buahan dan air. Lalu diletakkan di wadah tertutup seperti botol.

“Pengolahannya sederhana. Setelah dimasukkan ke dalam wadah, karena perlu proses fermentasi maka tidak boleh ada hama, hewan maupun udara yang masuk. Prosesnya selama tiga bulan dan menghasilkan cairan endapan dari kulit buah,” bebernya.

Sementara itu, Kasi Ekbang Kelurahan Ratujaya, Jayadi menuturkan sosialisasi kali ini juga bertujuan agar menambah percaya diri warga untuk mempersiapkan lomba P2L Naci Pera Falimruta dari Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.

“Kami mengirim tiga perwakilan RW, yaitu RW1, 6, dan 7. Sebelum ada penilaian, kita sosialisasikan dulu Eco Enzim ini untuk memberikan ilmu penghijauan,” tukasnya. (rd/daf)

 

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Pebri Mulya