upn jakarta
SOSIALISASIKAN : Fakultas Hukum UPN Veteran Jakarta melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Kelurahan Pangkalanjati, Kecamatan Cinere Kota Depok. ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM – Fakultas Hukum Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Kelurahan Pangkalanjati Kecamatan Cinere, Kota Depok. Dalam kegiatan ini mereka menyampaikan dasar hukum vaksinasi Covid-19 yang saat ini masih berlangsung.

Dosen Fakultas Hukum UPN Veteran Jakarta, Rianda Dirkareshza mengungkapkan, mengenai dasar hukum vaksinasi yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 84/2020 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease (COVID-19).

Dalam peraturan tersebut dijelaskan mengenai tujuan dari pelaksanaan vaksinasi Covid 19 yang tercantum dalam Pasal 4 Permenkes yaitu; mengurangi angka penularan dan kematian akibat Covid-19, herd immunity, dan melindungi masyarakat dari Covid-19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi.

“Di kegiatan ini pun kami menyampaikan akibat hukum penolakan vaksin Covid-19 yang diatur dalam Perpres No 14/2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19),” kata Rianda, Rabu (9/6).

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ini sudah ada payung hukumnya yang diatur dalam Pasal 30 Perda DKI Jakarta Nomor 2/2020. Dalam perda tersebut disebutkan, Setiap orang yang dengan sengaja menolak untuk dilakukan pengobatan dan/atau vaksinasi COVID-19, dipidana dengan pidana denda paling banyak sebesar Rp5 juta.

Peserta yang berasal dari Karang Taruna Kelurahan Pangkalanjati tersebut sangat antusias menerima materi–materi yang disampaikan. Dari kegiatan pengabdian masyarakat ini membuahkan hasil yaitu, pemahaman masyarakat terhadap dampak hukum serta dampak kesehatan akibat menolak vaksin sudah mencapai goals sebesar 100%. Dan ketersediaan masyarakat untuk divaksin guna mencegah penyebaran Covid-19 sebesar 92,3%.

Sementara, Lurah Pangkalanjati, Tarmuji mengaku, adanya sosialisasi ini sangat berguna bagi warga yang enggan divaksin. Sejauh ini, memang belum ada warga yang menolak. Tapi, setidaknya nantinya karang taruna dan kader yang ikut sosialisasi dapat memberitahu kerabatnya. “Alhamdulillah ASN dan pegawai di Kelurahan Pangkalanjati sudah divaksinasi semua. Warga juga sudah ada yang mulai divaksin terutama lansia,” tandas lurah.(rd)

Editor : Fahmi Akbar