Beranda Utama Usai PPDB Tahap 1 Lanjut Verifikasi Data

Usai PPDB Tahap 1 Lanjut Verifikasi Data

0
Usai PPDB Tahap 1 Lanjut Verifikasi Data
Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah 2 Jawa Barat, I Made Supriatna. FOTO: IST

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pada Jumat (11/6) merupakan hari terakhir pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahap 1 jenjang SMA/SMK di Kota Depok, dan hasilnya akan diumumkan Senin (21/6). Bagi peserta didik yang tidak lolos di Tahap 1 bisa mendaftar di Tahap 2, yang akan dibuka pendaftarannya pada 25 Juni 2021.

Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah 2 Jawa Barat, I Made Supriatna menyebutkan bahwa pengumuman PPDB tahap pertama masih menunggu tahapan yang ada.

“Setelah pendaftaran, kami tidak langsung melakukan pengumuman, tetapi masih ada tahap lanjutan yang perlu dilakukan,” ucap I Made kepada Radar Depok, Kamis (10/6).

Selain itu lanjut I Made, setelah proses pendaftaran ditutup, masih ada proses verifikasi data siswa yang perlu dilakukan selama tiga hari.

“Tanggal 14-16 Juni 2021, kami akan lakukan verifikasi data siswa terlebih dahulu. Sebelum akhirnya dilakukan pengumuman pada 21 Juni 2021,” terangnya.

Dia mengatakan, jika calon peserta didik tidak lolos dalam tahap pertama, dapat mendaftar di tahap kedua yang akan segera dibuka.

“Tahap 2 akan dibuka pendaftaran pada 25 Juni hingga 1 Juli 2021. Berbeda dengan tahap pertama, ditahap kedua ini dilakukan melalui jalur zonasi bagi siswa SMAN dan jalur prestasi rapor umum untuk SMKN,” ujarnya.

Untuk jalur zonasi dan prestasi, dia mengatakan ada beberapa persyaratan yang perlu disiapkan oleh orang tua atau wali peserta didik sebelum melakukan pendaftaran di tahap kedua.

“Di antaranya yaitu mengupload ijazah atau surat keterangan kelulusan, akta kelahiran, Kartu Keluarga KK, KTP, buku rapor semester satu sampai lima dan keterangan ranking, dan surat tanggung jawab mutlak dari orang tua,” jelasnya.

Sementara, bagi jalur perpindahan tugas orang tua atau wali dan anak guru, serta jalur afirmasi masuk dalam persyaratan khusus.

“Yang perlu dipersiapkan yaitu, Kartu Program Penanganan Kemiskinan atau terdaftar pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Dinsos untuk jalur afirmasi, sedangkan untuk afirmasi korban bencana alam atau sosial perlu menyertakan Suarat Keterangan RT/RW,” ucapnya.

Lanjut I Made, untuk daya tampung setiap sekolah harus mengikuti kuota yang sudah tetapkan, yaitu untuk jalur zonasi mencapai 50 persen dari daya tampung.

“Jalur zonasi memang memiliki kuota terbesar dari jalur lainnya yang ada. Sehingga, calon peserta didik dapat memanfaatkan jalur ini dengan sebaik mungkin,” tandasnya. (rd/tul)

 

Jurnalis: Lutviatul Fauziah

Editor: M. Agung HR