begal payudara
JANGAN TERJADI LAGI : Seorang perempuan menjadi korban begal payudara, di Jalan Mahali, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji. Dok Info Depok

RADARDEPOK.COM, PONDOK CINA – Sempat mereda. Penjahat kelamin berkedok begal payudara kembali beraksi di Kota Depok. Senin (7/6) malam, seorang perempuan menjadi korban saat melintas di Jalan Mahali, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 20:50 WIB, dan terekam jelas di kamera pengawas (CCTV). Saat kejadian, korban memang tengah berjalan sendiri. Kondisi jalan terbilang sepi.

Korban tiba-tiba saja dihampiri seorang pria yang mengendarai motor, yang begitu saja meremas payudaranya. Korban tersentak. Ia pun berteriak.

Ada seorang saksi yang melihat kajadian tersebut. Pelaku dikejar. Namun sayang, ia berhasil melarikan diri setelah memacu kebut motornya.

“Ya kejadiannya cepat. Dia (pelaku) menunggu disana saat korbannya lewat dari saya. Langsung saja melakukan itu,” kata salah seorang saksi mata, Rian, Selasa (8/6).

Ia menuturkan, pelaku berpenampilan rapi layaknya orang kantoran. Mengenakan helm juga. “Dia sendirian. Pakaiannya rapi seperti pekerjan kantoran, dan mengenakan helm,” ujarnya.

Lebih lanjut, pelaku datang dari arah depan Jalan Margonda kemudian masuk ke Jalan Mahali. Korban juga dari arah serupa. Habis pulang kerja. Mau pulang ke kostannya.

Rian mengaku tidak terlalu tahu detail kejadian. Yang dia tahu saat kejadian dia mendengar suara perempuan teriak dan dia langsung mengejar pelaku. “Dia teriak korbannya. Saya kejar, cuma lolos,” tandasnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polrestro Depok, Kompol Supriyadi menuturkan, sementara ini diketahui pelaku menaiki motor Honda Vario warna hitam. Itu yang menjadi entry point penyidik untuk mencari keberadaannya. Inisial korban I. “Korban saat itu baru saja pulang kerja. Pelaku meremas dengan tangan kiri,” tuturnya.

Lebih lanjut, tambah mantan Kapolsek Bojonggede ini, korban sudah membuat laporan kepolisian. Polsek Beji juga telah menelusuri kasus ini, termasuk meminta keterangan RT setempat. “Kini sedang dalam penyelidikan,” tandasnya. (rd/tul)

Jurnalis : Lutviatul Fauziah

Editor : Junior Williandro