Penertiban PPKM Darurat Depok
MEMBERIKAN TEGURAN: Satpol PP Kota Depok memberikan teguran kepada pemilik usaha yang diduga melanggar aturan PPKM darurat, beberapa waktu lalu. FOTO: IST

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Butir aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Depok belum sepenuhnya dipatuhi. Terbukti dalam empat hari penerapan, mencetak 1.524 pelanggar yang terjaring dan dijerat beragam sanksi.

Sekretaris Satpol PP Kota Depok, Fery Birowo mengatakan, pihaknya telah melakukan operasi penegakkan peraturan PPKM Darurat. Meski ditemukan banyak pelanggar, tidak ada sanksi yang dikenakan sampai masuk ke tindak pidana ringan (Tipiring).

Masyarakat yang kedapatan melanggar akan diberikan surat sanksi oleh Satpol PP. Apabila terkena denda, bisa langsung dibayarkan ke Bank BJB.

“Belum ada (Tipiring, red). Paling denda aja yang dibayarkan langsung ke Bank BJB oleh si pelanggar PPKM Darurat ini,” ucap Ferry kepada Radar Depok, Rabu (7/7).

Sejak Sabtu (3/7) sampai Selasa (6/7) Satpol PP Kota Depok telah melakukan pendataan masyarakat yang menjadi pelanggar dalam aturan PPKM Darurat. Dan telah diberikan sanksi sesuai Peraturan Walikota Nomor 60 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakkan Hukum Protokol Kesehatan, sebagai Upaya Pencegahan Dan Pengendalian Corona Virus Disease (Covid-19).

“Sampai Selasa, tercatat ada 1.524 pelanggar. Untuk sanksi tergantung jenis pelanggarannya antara lain 1.478 sanksi teguran lisan, 40 teguran tertulis, dan enam sanksi berujung denda,” bebernya.

Untuk jumlah pelanggar sendiri, memang terlihat fluktuatif. Paling tinggi pada hari pertama penerapan PPKM Darurat atau Sabtu (3/7) lalu. “Paling banyak di hari pertama, lalu ada penurunan esoknya. Hari ketiga dan keempat naik lagi. Fluktuatif,” tandasnya.

Terpisah, masyarakat Depok wajib waspada terhadap adanya virus varian Delta. Pasalnya, penularan varian ini jauh lebih tinggi. Hal tersebut disampaikan Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia (UI), Iwan Ariawan kepada Radar Depok, Rabu (7/7)

“Penularan varian Delta sama dengan varian lainnya, melalui droplet. Tetapi kecepatan penularan varian delta lebih tinggi, atau lebih menular dari varian lainnya,” terangnya.

Ia mengatakan, pencegahan terbaik di rumah, sehingga tidak kontak dengan orang lain. Jika terpaksa keluar rumah, selalu lakukan prokes dengan benar dan konsisten. “Gunakan masker dua lapis dengan masker medis di bagian dalam dan masker kain di bagian luar akan sangat mengurangi risiko tertular,” kata Iwan.

Keberadaan oksigen yang kerap diburu di masyarakat salah satu faktornya akibat adanya varian baru. Pasalnya pasien yang menggunakan oksigen adalah pasien yang terkonfirmasi parah. “Nah sedangkan virus varian ini berbahaya dan membuat pasien terkonfirmasi parah sehingga membutuhkan oksigen, yang akhirnya Rumah Sakit kewalahan,” tandasnya. (rd/daf/arn)

 

Jurnalis: Daffa Syaifullah, Arnet Kelmanutu

Editor: M. Agung HR