Jubir Satgas Dadang Wihana Beri Penjelasan
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana. FOTO: IST

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok meluncurkan data distribusi kasus konfirmasi Covid-19, yang melakukan isolasi mandiri (Isoman) dan dirawat, berdasarkan wilayah Kecamatan di Kota Depok, Rabu (7/7). Dengan total warga Kota Depok yang sedang melakukan Isoman mencapai 10.676 dari sebelas kecamatan, dan 418 dirawat.

Di antaranya, yaitu warga Kecamatan Sukmajaya yang melakukan isoman ada 1.533, dan dirawat 73. Kemudian di Kecamatan Cimanggis yang isoman 1.432, dirawat 42, lalu di Tapos isoman 1.433, dirawat 41, selanjutnya Cilodong warga isoman 996, dirawat 36. Serta di Pancoranmas warga isoman 955, dirawat 70.

Selain itu di Kecamatan Limo yang isoman ada 1.019, dirawat 5 orang. Di Beji ada 873 yang isoman, dan dirawat 37, lalu di Cipayung warga isoman 744, dirawat 52, di Bojongsari isoman 735, dirawat 33, di Sawangan isoman mencapai 590, dirawat 16, kemudian di Cinere isoman ada 386, dirawat 13 orang.

“Jadi total warga yang sedang isoman berdasarkan data tersebut ada 10.676, dan total yang dirawat 418 orang,” ungkap Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana dalam keterangan resminya, Rabu (7/7).

Terpisah, Walikota Depok, Mohammad Idris mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) agar berperan aktif dalam pencegahan, penanganan, dan pengendalian virus Covid-19 di Kota Depok.

Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Depok Nomor 800/3650-BKPSDM. Ada sejumlah poin yang tercantum dalam edaran tersebut. Di antaranya, mempedomani dan menyosialisasikan Keputusan Wali Kota Depok Nomor: 443/267/Kpts/Dinkes/Huk/2021 Tanggal 2 Juli 2021 Tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Corona Virus Disease 2019.

“ASN diminta berperan aktif dalam upaya pencegahan penanganan dan pengendalian kasus Covid-19 yang terjadi di sekitar tempat tinggal masing-masing, dengan selalu menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan di masyarakat,” ungkap Idris dalam SE tersebut.

Kemudian lanjut Idris, tidak mengadakan kegiatan yang mengumpulkan masa dan/atau mengakibatkan terjadinya kerumunan. Selain itu, tidak melakukan perjalanan daerah selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.

“ASN juga aktif membantu masyarakat yang terkena dampak Covid-19. Baik dalam bentuk bantuan moril maupun materil,” tegas Idris.

Kemudian sebagai bagian dari warga Negara Indonesia, ASN memiliki tanggung jawab untuk menjadi contoh, mengorganisir dan menggerakan masyarakat dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. (rd/gun/daf/net/**)

 

Jurnalis: M. Agung HR/Daffa Syaifullah

Editor: M. Agung HR