Asimilasi WBP Rutan Depok
ASIMILASI COVID-19: Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas I Depok ketika menjalani serangkaian pemeriksaan sebelum menerima asimilasi Covid 19. FOTO: ARNET KELMANUTU/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Rutan Kelas I Depok kembali memberikan program asimilasi kepada 11 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), dalam rangka pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19, Rabu (29/7).

“WBP yang mendapat program asimilasi ini sebelumnya sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh Dokter Rutan Kelas I Depok, untuk benar-benar memastikan bahwa WBP yang keluar dalam keadaan sehat,” kata Plh. Kepala Rutan Kelas I Depok, Irvan.

Menurut Irvan, sebelas WBP itu akan dibekali surat keterangan sehat sebagai bukti telah dilakukannya pemeriksaan kesehatan.

“Selain itu, WBP yang dinyatakan sehat ini akan mendapatkan surat keterangan sehat sebagai bukti telah dilakukannya pemeriksaan,” sebutnya.

Mengenai asimilasi Covid-19, dia memaparkan, hal itu didasari Peraturan Menkumham Nomor 24 Tahun 2021 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 32 Tahun 2020 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat bagi Narapidana dan Anak dalam rangka pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

“Permenkumham Nomor 24 Tahun 2021 ini tidak hanya berkaitan dengan perpanjangan asimilasi di rumah, namun juga terkait perubahan rujukan regulasi terbaru dan perluasan jangkauan penerima hak integrasi dan asimilasi di rumah,” jelasnya.

Tujuannya, sebut Irvan, sebagai upaya lanjutan dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 di lingkungan Kemenkumham. Irvan menegaskan, dalam program asimilasi dimasa pandemi Covid-19 itu tidak memungut biaya apapun. Baik terhadap WBP maupun keluarga.

“Terkait pelaksanaan program asimilasi ini, Rutan Kelas I Depok selalu mengingatkan masyarakat terutama keluarga warga binaan, bahwa Asimilasi ini tidak dipungut biaya alias terbilang gratis,” tegasnya.

Lebih lanjut, Irvan menuturkan, setelah keluar dari Rutan Kelas I Depok melalui program asimilasi tersebut. WBP diharapkan dapat banyak belajar tentang sosial dan lingkungan. Sehingga dapat berkontribusi positif bagi masyarakat.

“Semoga dengan adanya kegiatan asimilasi ini, para WBP diharapkan banyak belajar tentang sosial lingkungan agar mereka nantinya dapat di terima kembali di tengah – tengah masyarakat serta memberikan kontribusi positif  bagi masyarakat,” tutur Irvan.

Untuk diketahui, kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Seksi Pelayanan Tahanan, Marhadi Kusumah  didampingi staf Yantah yang berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. (rd/arn)

 

Jurnalis: Arnet Kelmanutu

Editor: M. Agung HR