Abdul Harris Bobihoe
Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Abdul Harris Bobihoe.

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Abdul Harris Bobihoe mengatakan, Idul Adha 1442 Hijriah harus dijadikan momentum untuk membangun soliditas dan solidaritas, serta pengorbanan untuk memukul mundur pandemi Covid-19.

“Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah, berkurban itu perkuat iman dan takwa. Dan, di tengah pandemi Covid-19 ini, saya harap dapat menjadi momentum membangun soliditas dan solidaritas,” tutur Abdul Harris Bobihoe kepada Radar Depok.

Abdul Harris Bobihoe melanjutkan, makna Idul Adha tahun ini harus banyak mengambil hikmah, salah satunya umat Islam mendapat kesempatan untuk melakukan napak tilas dan memahami perjuangan Nabi Ibrahim AS.

“Nabi Ibrahim AS, dalam perjuangannya menunjukkan jiwa pengorbanan yang tinggi. Dalam konteks hari ini, kita, bangsa Indonesia khususnya Jawa Barat, yang sedang mengalami ujian pandemi Covid-19, inilah saatnya merefleksikan semangat berkurban. Bagaimana pengorbanan itu dilakukan,” kata Abdul Harris Bobihoe.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) Jabar 8 (Kota Depok-Kota Bekasi) ini meneruskan, di tengah pandemi Covid-19 dengan adanya penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) seluruh elemen masyarakat, bangsa, dan negara, harus berkorban. Dan juga, menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19, seperti mengenakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilisasi serta interaksi.

“Berdiam diri di rumah, memakai masker, dan menjaga jarak. Pasti, saya yakin, menurut kita ini sesuatu yang tidak mengenakan. Namun prokes ini kita lakukan dalam rangka pengorbanan,” terang Abdul Harris Bobihoe.

Abdul Harris Bobihoe berharap, kepada seluruh masyarakat di Jabar agar selalu mentaati Prokes, saat ini situasi Pandemi ini sangat memprihatinkan. Di tengah pandemi ini masyarakat harus bisa mensiasati, pandemi ini bukan cuma berdampak pada perekonomian masyarakat biasa saja, namun para pengusaha juga ikut terdampak.

“Termasuk UMKM, pariwisata dan yang lainnya, tentunya ini harus bisa disiasati, tidak ada kata lain kita harus mencari peluang usaha, seperti berjualan online,” imbuhnya.

Kemudian, Abdul Harris Bobihoe mendorong semua pihak untuk membantu dalam proses vaksinasi.  Dia mengaku prihatin bahwa masih ada orang-orang yang cenderung menyalahkan pemerintah atas lonjakan Covid-19 dan masih rendahnya realisasi vaksinasi.

“Padahal, lonjakan adalah suatu akibat dari mobilitas kita sebagai masyarakat. Sedangkan realisasi vaksinasi, harus diakui masih terkendala agen-agen pelaksana di lapangan,” ujar Abdul Harris Bobihoe.

Sebab, Abdul Harris Bobihoe menilai faktor kesehatan masyarakat merupakan salah satu modal utama untuk menstabilkan kembali masalah ekonomi sebagai dampak ikutan dari pandemi Covid-19 yang masih mencuat.

“Akselerasi program vaksinasi jadi kunci penyelamatan kesehatan dan diharapkan dapat mendorong terjadinya pemulihan ekonomi masyarakat,” ucap Abdul Harris Bobihoe. (adv)

 

Editor : Ricky Juliansyah