Ahli Epidemiologi UI
Ahli Epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Iwan Ariawan. FOTO: IST

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Jumlah warga yang melakukan isolasi mandiri akibat terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Depok cukup tinggi. Langkah yang telah diambil pemerintah dalam menekan laju penyebaran virus Covid-19, dengan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dinilai tepat.

Ahli Epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Iwan Ariawan mengatakan apabila ada anggota keluarga yang dinyatakan terkonfirmasi Covid-19, hal utama adalah melakukan isolasi mandiri (isoman). Tata cara isoman perlu dipahami masyarakat untuk menghindari meluasnya penyebaran virus covid-19.

“Jika dalam satu keluarga tidak semua positif, maka yang positif harus isolasi di kamar sendiri. Dan tidak berinteraksi langsung dengan anggota keluarga lainnya. Semua anggota keluarga harus memakai masker selama ada anggota keluarga yang isoman serta jangan ke luar rumah,” terang Iwan kepada Radar Depok, Kamis (8/7).

Kemudian, Kata Iwan, Pemerintah Kota Depok dapat membantu pemantauan pasien isoman, dan memindahkan ke tempat isolasi yang telah disediakan jika tidak memungkinkan untuk isolasi di rumah. “Misalnya tidak ada kamar sendiri, Satgas atau Pemkot bisa membantu dengan itu,” bebernya.

Iwan menambahkan, bagi orang terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala (OTG) tidak perlu mengonsumsi obat tertentu. Yang harus diperhatikan adalah pola hidup dan makan sehat selama masa isoman.

Adapun, salah satu kelompok yang berisiko mengalami gejala serius jika terpapar infeksi virus covid adalah mereka yang memiliki penyakit bawaan tertentu atau komorbid. Dengan adanya beragam risiko yang mungkin dialami, Iwan mengimbau kepada orang-orang yang memiliki penyakit penyerta agar sering berkonsultasi ke dokter.

“Selama isoman, kondisi perlu dipantau terus. Jika saturasi oksigen kurang dari 90 persen, maka harus segera ke rumah sakit. Kalau ada komorbid dan Covid positif, perlu konsultasi ke dokter. Bisa konsultasi online dahulu,” ucapnya.

Lebih lanjut, kebijakan PPKM Darurat yang ditetapkan Pemerintah Kota Depok sejak 3 sampai 20 Juli mendatang dinilai tepat untuk menurunkan penularan Covid-19. “PPKM Darurat memang perlu dilakukan untuk menurunkan penularan. Sama sekali jangan keluar rumah Kecuali sangat penting. jika terpaksa keluar rumah usahakan sesingkat mungkin, bertemu orang sesedikit mungkin dan selalu taati protokol kesehatan, ” tandasnya. (rd/daf)

 

Jurnalis: Daffa Syaifullah

Editor: M. Agung HR