ilustrasi oksigen
ILUSTRASI : Pangkalan isi ulang oksigen di Jalan Dewi Sartika dekat pintu rel ketika disambangi masyarakat yang membutuhkan isi ulang oksigen. FOTO : ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Kebutuhan oksigen yang kian hari kian meningkat di masyarakat, ternyata ada celah penipuan yang dimanfaatkan sejumlah oknum. Hal ini yang terjadi di Puskesmas Sukmajaya, salah seorang oknum penipu mencatut nama puskesmas tersebut untuk memberikan kepercayaan kepada pembeli atau masyarakat.

Kepala Puskesmas Sukmajaya, Anita menerangkan, nama UPT Puskesmas Sukmajaya telah dimanfaatkan orang tak bertanggungjawab untuk melakukan tindak penipuan jual beli tabung oksigen. “Saya sudah sampaikan ke masyarakat melalui kader. Sudah ada korbannya,” terangnya saat dikonfirmasi Harian Radar Depok, Selasa (20/7).

Informasi tersebut menegaskan, UPT Puskesmas Sukmajaya tidak melakukan praktek jual beli tabung oksigen, jika ada penawaran dalam media sosial atau lainnya, hal tersebut sudah jelas penipuan.

Kejadian diketahui berawal saat korban menghubungi hotline Puskesmas Sukmajaya. Dan memyampaikan tanda bukti sebuah potongan pesan whatsapp, dengan penjual bahwa telah membeli satu set tabung oksigen seharga Rp900 ribu. Lalu penjual memberikan hotline Puskesmas Sukmajaya untuk melakukan pengambilan tabung oksigen yang telah di beli. “Itu diketahui sama dokter jaga. Sekarang sedang disekediki,” ungkapnya.

Kejadian tersebut juga dibenarkan, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana. Dia menerangkan, kejadian tersebut telah dialami warga dan sudah melakukan transfer pembayaran ke salah satu oknum, dengan mencantumkan nama UPTD Puskesmas Sukmajaya. “Ini sudah terjadi di warga. Kami minta untuk warga lebih teliti dan berhati-hati lagi terhadap penipuan online penjualan tabung oksigen,” tegasnya.

Berdasarkan laporan dari UPTD Puskemas Sukmajaya sudah dua orang warga yang datang untuk mengambil tabung oksigen. Hal ini jelas penipuan karena puskesmas tidak menjual tabung oksigen. Modus mereka mencantumkan kontak UPTD Puskesmas Sukmajaya. Kejadian penipuan ini kini telah dilaporkan kepada pihak berwenang. (arn/rd)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar