Tabung Oksigen Menipis di depok
BURU OKSIGEN: Pemilik pangkalan oksigen di Jalan Raya Cipayung, Indrianto ketika menjelaskan pembersihan peralatan tabung oksigen, di pangkalan oksigen, Jalan Dewi Sartika, Senin (5/7). FOTO: ARNET KELMANUTU/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kasus Covid-19 di Kota Depok semakin hari terus mengalami peningkatan. Pada Senin (5/7) terjadi penambahan sebanyak 1.336 kasus konfirmasi positif Covid-19. Jumlah tersebut sangat berpengaruh terhadap keterisian tempat tidur (bed) Rumah Sakit (RS) di Kota Depok.

Berdasarkan data terbaru Senin (5/7) total keterisian bed ICU Covid-19 di Kota Depok mencapai 101,67 persen. Sedangkan total keterisian bed isolasi yaitu 96,38 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita menyebutkan, kondisi saat ini kenyataannya RS memanglah mengalami kenaikan keterisian. Berdasarkan data Dinkes, total bed ICU Covid-19 di RS Kota Depok ada 120 bed, dengan keterisiannya sudah melebihi kapasitas atau overload, yaitu 122 bed.

“Artinya bed ICU Covid-19 sudah memiliki persentase 101,67 persen,” ungkap Novarita kepada Radar Depok, Senin (7/5).

Kemudian, total bed isolasi Covid-19 yang dimiliki RS Kota Depok ada 1.051, dan sudah terpakai sebanyak 1.013 bed. Jika dipersentasekan, total bed isolasi Covid-19 yang terpakai 96,38 persen. “Data tersebut berasal dari 24 RS yang memang menangani pasien Covid-19 di Kota Depok,” tutur Novarita.

Penambahan kasus yang terus meningkat, Novarita menegaskan, jika diadakan RS Darurat persyaratannya banyak dan akan melalui proses panjang. Sehingga, strateginya adalah melakukan perluasan rumah sakit.

“Kemudian konversi tempat tidur non Covid menjadi Covid di semua RS. Sambil memenuhi atau mencari Sumber Daya Manusia atau Nakesnya juga,” jelas Novarita.

Selain itu, terkait adanya kelangkaan oksigen, Novarita menuturkan, sudah ada solusi dari Provinsi Jawa Barat dengan bantuan untuk mendapat oksigen bagi RS. Caranya yaitu setiap RS mengupdate atau menginput datanya ke web RS online.

“Nanti akan ada data terkait jumlah kasus yang dilayani, kebutuhan gas oksigen, tenaga kesehatan, beserta tempat tidur. Harus update, agar pemerintah tahu kondisinya seperti apa dan bisa mendapat bantuan,” ucap Novarita.

Novarita menyarankan, bagi masyarakat yang memang mengalami sesak nafas karena Covid-19, janganlah panik. Pasien bisa melakukan beberapa hal, di antaranya melakukan proning position (tengkurap) agar membantu melegakan pernapasan.

“Bisa juga coba rebus air panas, ditetesi minyak kayu putih, kemudian dihirup. Bisa meredakan atau bahkan menghilangkan sesak napas,” ujarnya.

Terpisah, Plt Kabid Pelayanan Medis sekaligus Kabid Keperawatan RSUD Depok, Muhamad Salman mengatakan, tingkat keterisian bed ICU dan isolasi Covid-19 di RSUD Depok sudah mencapai 90 persen. “Ketersediaannya sekitar 160-an bed ICU dan isolasi. Bisa mencapai 90 persen tingkat keterisiannya,” ujar Salman kepada Radar Depok.

Terkait penambahan bed, dirinya mengungkapkan sedang mengupayakan sambil melakukan penambahan Sumber Daya Manusia. Karena menurutnya, mencari SDM sangatlah sulit di masa sekarang ini. “Karena semua RS pun membutuhkan, bukan hanya kami saja,” sambungnya.

Saat ditanya mengenai ketersediaan oksigen, Salman menjelaskan, memang saat ini sedang mengalami krisis keterisian oksigen. Pasalnya, ketiga vendor gas oksigen yang  dimiliki RSUD sedang kesulitan dalam penyediaan, karena dibutuhkan juga oleh masyarakat. “Jadi, untuk sekarang kami tidak terfokus kepada tiga vendor tadi saja. Di mana ada isi oksigen, maka kami cari, kami kejar,” tegas Salman.

Dirinya mengungkapkan, memiliki 120 buah tabung oksigen berukuran enam liter dan sejumlah oksigen sentral (bukan yang tabung).

“Kami ada dua jenis. Yang cair, dan yang ada penyedianya. Cair itu maksudnya yang sentral. Jika pasien tidak dapat yang sental, maka akan kami oper menggunakan oksigen tabung,” tandasnya.

Sementara itu, meningkatnya permintaan masyarakat akan kebutuhan oksigen, membuat persediaan di sejumlah pangkalan pengisian oksigen di Kota Depok menipis. Penelusuran Radar Depok, di dua lokasi pengisian oksigen yaitu di Jalan Raya Cipayung dan di Jalan Dewi Sartika, telah habis sejak Senin (5/7) pagi.

“Habis dari tadi pagi, sudah ada puluhan orang yang datang. Hal seperti ini sudah satu Minggu berjalan,” ucap pemilik pangkalan oksigen di Jalan Raya Cipayung, Indrianto.

Permintaan memang meningkat, setiap harinya pangkalan oksigen ini bisa melayani 50 sampai 100 orang, sehingga membuat kewalahan saat melayani. “Untuk harga perkubik sekarang Rp17 ribu. Ini alami kenaikan sudah satu Minggu belakangan ini. Sebelumnya Rp15 ribu,” lanjutnya.

Ia menerangkan bahwa kenaikan akibat dari permintaan masyarakat yang terus meningkat, baik dari Rumah Sakit maupun perorangan. Bahkan kini, dari pabrik akan mendahulukan pemesanan Rumah Sakit. Setelah itu ke pangkalan oksigen. “Biasanya rumah sakit langsung ke pabrik atau pangkalan besar, kalau kecil kaya saya gini hanya perorangan saja,” kata Indrianto.

Ia mengaku, jika pengambilan isi ulang tabung oksigen di kawasan Cilacap. Akibat dari permintaan yang terus meningkat, membuat pangkalan ini harus menanti sejak Sabtu (3/7). (rd/dis/arn)

 

Jurnalis: Putri Disa, Arnet Kelmanutu

Editor: M. Agung HR