SMA Muhammadiyah 1 Pancoranmas
BERI PENJELASAN: Kepala SMA Muhammadiyah 1 Pancoranmas, Budi Ekowati menyampaikan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) selama aturan PPKM Level 4. KBM di sekolah tersebut saat ini masih dilakukan secara online atau daring. FOTO: PUTRI DESCA ALI/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 ini, dikhawatirkan siswa yang berada di rumah kurang terpantau belajarnya, terutama ketika proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Maka itu pihak sekolah berharap di tahun ini bisa dilakukan sekolah atau belajar tatap muka.

“Ya saat ini kami masih melakukan KBM daring, kami berharap bisa segera belajar tatap muka. Karena khawatir, siswa kurang pengawasan orang tua,” ungkap Kepala SMA Muhammadiyah 1 Pancoranmas, Budi Ekowati kepada Radar Depok.

Selain itu lanjut Budi, jika terus menerus belajar secara online dikhawatirkan siswa kurang memahami apa yang sudah dijelaskan oleh para guru. Karena tidak semua siswa mempunyai daya ingat atau paham yang cepat. Pandemi ini bisa saja membuat kejenuhan pada anak.

“Ada juga keluhan dari orang tua siswa, yang sudah tidak sanggup mengajarkan anaknya. Karena pelajarannya semakin sulit. Ada juga sebagian siswa tidak punya fasilitas handphone dan laptop,” terang Budi

Kemudian yang menyulitkan proses KBM, yaitu sulit mengetahui karakter siswa seperti apa. Sebagai warga negara yang patuh dengan peraturan pemerintah, sekolah juga menunggu sampai zona merah di Kota Depok menurun.

Diketahui, sejumlah siswa berprestasi di SMA Muhammadiyah 1 Pancoranmas juga lolos masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Di antaranya ke IPB, UIN Jakarta, UIN Bandung, Universitas Singaperbangsa Karawang, Politeknik Kesehatan Jakarta, serta Universitas Walisongo Semarang.

“Semoga tahun depan semakin banyak yang masuk PTN,” pungkasnya. (rd/mg1)

 

Jurnalis: Putri Desca Ali

Editor: M. Agung HR