PANTAU LANGSUNG : Komandan Korps Brimbob Polri Irjen Pol Anang Revandoko  (membawa tongkat komando) didampangi Asisten Pemerintahan Kota Depok Sri Utomo meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi massal Covid-19 dosis kedua di Terminal Jatijajar, Jumat (23/7). FOTO: ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Jangkauan Vaksinasi di Kota Depok terus diperluas bagi masyarakat. Jumat (23/7), sebanyak 3.500 orang menjadi target pelaksanaan vaksinasi di Terminal Jatijajar. Pelaksananaan dapat terwujud berkat kolaborasi Korps Brimob bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok.

Komandan Korps Brimbob Polri, Irjen Anang Revandoko mengatakan, ini bentuk respon cepat dari jajaran Polri, Brimob, TNI, Pemerintah Kota Depok untuk merespon yang menjadi harapan masyarakat. Yaitu agar capaian vaksinasi bisa berjalan cepat. “Kami akan terus bergerak melaksanakan vaksin massal, kepada masyarakat umum sampai mahasiswa di Depok,” terangnya di Terminal Jatijajar kepada Harian Radar Depok, Jumat (23/7).

Dia yang melakukan peninjauan langsung mengatakan, giat ini masih dari bagian HUT ke-75 Bhayangkara, dengan target ojek online (ojol), masyarakat umum berusia 18 ke atas, serta pelaku transportasi umum seperti para sopir bus, maupun penumpang. “Bentuk dari instruksi pimpinan, vaksinasi Polri sebagai dukungan percepatan vaksin sebagaimana yang menjadi harapan pemerintah dan masyarakat,” ungkap Jenderal Bintang Dua ini.

Menurutnya, ini vaksinasi tahap kedua, setelah sukses dan lancar dalam melangsungkan vaksinasi tahap pertama, dengan sasaran sebanyak 3.500 orang. Tenaga kesehatan yang diterjunkan, dari RS Bhayangkara Brimob. Dalam pelaksanaan vaksinasi, panitia menerapkan beberapa alur proses. Pertama menempatkan peserta di gedung terpisah, antara menunggu proses vaksinasi dengan pelaksanaan penyuntikan serta tenda tempat observasi.

Tak hanya itu, Komandan Brimob ini menuturkan vaksinasi juga akan dilakukan bagi para mahasiswa dari Kampus BSI dan Gunadarma. “Target kami 13 ribu mahasiswa. Sekali lagi, ini adalah respon negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Dilokasi yang sama, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Depok, Umi Zakiati menerangkan, Dinkes sebagai penyedia vaksin di Terminal Jatijajar, serta melakukan monitoring pelaksanaan. “Tentu sangat mendukung penuh. Karena sasaran kami untuk warga Depok sendiri sekitar 1,6 juta jiwa. Jadi ini sangat membantu percepatan vaksinasi,” paparnya.

Seluruh naskes yang terjun dalam vaksinasi dari Brimob serta RS Bhayangkara, sehingga Dinkes hanya sebatas melakukan pengecekan bagaimana ketersediaan bahan dan limbah medis. “Sampah medis, RS bhayangkara yang akan tanggung jawab,” jelas Umi sapaannya.

Dalam pelaksanaan vaksinasi tahap kedua juga tidak terlalu rumit, karena tidak melakukan skrining yang ketat pada tahap pertama. (arn/rd)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar