kapuskesmas cilodong
MELAYANI : Kepala Puskesmas UPTD Cilodong, dr Dharma Ningsih (dua dari kiri) ketika foto bersama dengan tenaga kesehatan lainnya dengan mengenakan seragam lengkap. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK 

RADARDEPOK.COM – Pengabdiannya dalam dunia kesehatan memang sangat lama. 19 tahun dr Dharma Ningsih, yang kini menjadi Kepala Puskesmas UPTD Cilodong mengabdi dan melayani sepenuhnya. Kini dihadapkan pandemi Covid-19, sukacita sampai dukacita dirasakannya bersama Tenaga Kesehatan (Nakes) lainnya.

Laporan : Arnet Kelmanutu, Kota Depok

Usianya memang tak lagi muda. Tapi semangatnya mengabdi dan melayani di dunia kesehatan selalu semangat muda. 19 tahun menjadi pelayan kesehatan, sembilan tahun menjadi pelayan kesehatan di Kota Depok, dan 2,5 tahun menjadi pelayan di Puskesmas Cilodong.

“Wah keluh kesah, suka dan duka pandemi luar biasa ya. Tapi tetap harus semangat,” ucap dr yang murah senyum ini saat berbincang dengan Harian Radar Depok.

Sebagai tenaga kesehatan yang terlibat dalam penanganan Covid-19. Hari-hari yang sangat menguji tenaga kesehatan, apapun profesinya, bukan hanya terkait skil maupun keprofesionalannya tapi juga kesabaran dan keikhlasan dalam bekerja.

“Lelah sudah pasti tapi tidak bisa berkata untuk menyerah hingga pandemi ini terlewati,” tegasnya ketika berbincang, Rabu (30/6).

Terutama sebagai nakes puskesmas, penanganan tersulit, katanya saat mencari rujukan ke rumah sakit (RS) tapi tidak dapat. Hingga kondisi pasien drop namun tak bisa berbuat banyak untuk membantu pasien.

Kendala tak hanya sampai disana, berbagai gaya dan karakter pasien di jumpai. Dalam pemantauan pasien yang isolasi mandiri di rumah ada yang tidak kooperatif. Ada juga yang masih denial atau tidak menerima terdiagnosa Covid-19. Lalu kesulitan logistik kebutuhan keseharian. “Hingga banyak yang stres, jadi menyulitkan proses kesembuhan,” katanya sambil menggunakan alat pelindung diri (APD).

Meski begitu, senyuman kebahagiaan para nakes akan terpancar saat pasien Covid-19 dapat kembali sehat dan pulih. Mampu melewati masa sulitnya dirawat di RS maupun isolasi di tempat karantina maupun di rumah. “Itu semua harapan kita, para nakes, pasien, keluarga, bahkan sampai masyarakat lainnya,” tuturnya dengan lembut.

Tentu dia bersama Nakes lainnya, berharap ke depan penanganan Covid-19 lebih baik lagi, karena ini tugas bersama. Bukan hanya tenaga kesehatan, tapi semua masyarakat memiki peran dalam menuntaskan pandemi ini. “Berhasil atau tidak tergantung pada kita semua,” tutupnya sambil tersenyum.(rd)

Editor : Fahmi Akbar