satpol pp digebukinkan
INI DIA: Satpol PP Kota Depok saat mau menertibkan pengamen pelaku pemukulan di Jalan Raya Arif Rahman Hakim, Kamis (22/7). IST

RADARDEPOK.COM – Anggota Satpol PP Kota Depok berinisial IM melaporkan kejadian kurang menyenangkan, yang dilakukan pengamen di lampu merah Jalan Arif Rahman Hakim (ARH), Kamis (22/7). Setelah dilakukan visum, IM mengalami sejumlah luka-luka pada pelipis dan tangan.

Komandan Regu Garuda Satpol PP Kota Depok, Rukby mengatakan, penganiayaan tersebut terjadi pada pukul 13:00 WIB. Kala itu, petugas patroli tengah melaksanakan penertiban di Jalan Raya Margonda-Arif Rahman Hakim (ARH).

“Jadi sedang melaksanakan patroli. Nah kebertulan di ARH banyak sekali pengamen. Ketika sampai banyak yang berlarian, tetapi si pelaku malah santai duduk di bangku warung,” ujarnya kepada Harian Radar Depok, Kamis (22/7).

Pada saat pelaku akan diamankan untuk didata. Dia melontarkan pukulan dengan tangan kosong kepada IM, kemudian petugas melaporkan kejadian tersebut kepada Kasatpol PP. “Untungnya anggota lain sabar dan tidak terpancing. Lalu, kami minta arahan ke pimpinan, akhirnya pelaku dilaporkan ke Polresto Depok supaya ditindak lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” terangnya.

IM sempat melakukan visum untuk memeriksa kondisi lukanya di RS Harapan Kita. Didapatinya luka memar pada pelipis dan bekas cakaran di tangan. Sekitar pukul 13:30 WIB pelaku berhasil diamankan di lokasi yang sama. Tengah mengamen di lampu merah Jalan ARH.

“Tadi kan kami putar balik ke Polres dari Pemda itu ternyata yang bersangkutan masih mengamen. Seolah-olah tidak ada perasaan bersalah atau gimana setelah memukul,” tuturnya.

Pelaporan ke pihak kepolisian, lanjut Rukby, sebagai bentuk antisipasi dan memberikan pelajaran agar tidak terjadi kejadian serupa yang dialami petugas Satpol PP. “Sebenarnya yang bertugas banyak, cuma seperti yang tadi dibilang, sebagai petugas kan walaupun kita dipukul lebih dahulu kita tidak boleh memukul balik. Sehingga kami lapor, karena ini negara hokum. Biar selesai di polisi,” tandasnya. (daf/rd)

Jurnalis : Daffa Syaifullah 

Editor : Fahmi Akbar