Wisma makara UI II
TINJAU LOKASI: Kepala Tempat Karantina Mandiri Kota Depok, Denny Romulo (kanan) bersama jajaran sedang meninjau Wisma Makara UI II. FOTO: INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Baru empat hari beroperasi, gedung Wisma Makara UI II langsung diserbu pasien Covid-19. Tercatat, ada puluhan pasien isolasi mandiri (Isoman) yang kini di rawat di wisma baru tersebut.

Kepala Tempat Karantina Mandiri, Satgas Covid-19 Kota Depok, Denny Romulo Hutauruk menyebutkan, saat ini sudah ada 45 pasien isolasi mandiri yang di rawat di Wisma Makara UI II.

“Sudah ada 45 pasien di sana,” kata Denny kepada Radar Depok, Selasa (20/7).

Selain itu lanjut Denny, di gedung baru tersebut kini tersedia 233 tempat tidur untuk pasien isoman. Sedangkan tenaga kesehatan ada 24 orang, terdiri dari delapan dokter dan 16 perawat. “Tenaga kesehatan juga mencukupi untuk memberi perawatan di sana,” ucapnya.

Denny menjelaskan, ada beberapa kriteria khusus bagi pasien untuk dapat dirawat di Wisma Makara UI II. Di antaranya, konfirmasi positif tidak bergejala, tidak memiliki komorbid, tidak bisa melakukan isolasi mandiri di rumah, berusia lebih dari 15 tahun dan maksimal 60 tahun, serta kondisi mandiri (tidak memerlukan bantuan orang lain). Sedangkan untuk syarat pasien, ber KTP/KK atau domisili Depok, hasil swab antigen/PCR, serta surat rujukan fasilitas kesehatan tingkat pertama.

“Ada kriteria dan syarat yang harus diperhatikan sebelum diisolasi di Wisma Makara UI II,” beber Denny.

Terpisah, Corporate General Manager Wisma Makaera UI, Fajar Prawinto menambahkan, gedung Wisma Makara UI II, menggunakan gedung asrama mahasiswa di sana. Karena mahasiswa sedang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) setahun ini, lalu gedungnya dialih fungsikan untuk sementara.

Dia menyebutkan, saat ini di sana tersedia 260 kamar dengan fasilitas standar mahasiswa UI.¬† “Kalau Wisma Makara UI yang pertama kan hotel bintang tiga,” bebernya.

Meski berbeda kelas, tetapi untuk pelayanan dan makanan yang diberikan memiliki standar yang sama dengan Wisma Makara UI I.

“Mau gimana lagi, fasilitas itu yang bisa kami kasih di tengah meningkatnya angka OTG (Orang Tanpa Gejala) di Depok. Yang penting pelayanan dan makanannya sama tidak beda,” pungkasnya. (rd/dra)

 

Jurnalis: Indra Abertnego

Editor: M. Agung HR