Oleh : Dr. Entis Sutisna, M.Pd

Dekan FKIP Universitas Pakuan

FKIP Universitas Pakuan (Unpak) Pendidikan Biologi menggelar Workshop pengembangan Rencana Pengembangan Semester (RPS) berbasis Case Method dan Project Based sebagai perwujudan Hibah Program Kompetensi kampus Merdeka.

Dalam kegiatan yang digelar secara virtual tersebut, yang menjadi narasumber adalah Prof Paidi di acara lokakarya pengembangan RPS berbasis Case method dan Project based.

Sesuai dengan imbauan dari Dirjen Dikti di Kemendikbudristek, Prof Nizam, lulusan perguruan tinggi (PT) harus lebih lincah dan adaptif dengan perkembangan zaman. Merespon hal tersebut, tentunya harus ada pembaharuan terus menerus untuk RPS, yang ditinjau tiap semester. Dimana, ada penyesuaian dengan bahan kajian baru atau referensi baru dari hasil riset-riset baru. Dengan begitu, diharapkan bisa menghasilkan lulusan yang relevan dengan perkembangan zaman, terutama menghadapi era disrupsi.

Seperti yang kita ketahui paradigma pembelajaran saat ini sudah bergeser. Dalam proses pembelajaran, bukan hanya mahasiswa yang belajar, tetapi juga dosennya dan satu hal yang harus kita perhatikan  adalah sumber belajar yang terbaru atau mutakhir.

Dosen sebagai life long learners,  harus banyak membaca dan referensi serta hasil-hasil riset yang dimasukkan dalam RPS. Hasilnya dipercaya bisa meningkat 99 persen. Salah satu metode pembelajaran yang selaras dengan indikator kinerja utama PT IKU yaitu :  telah menjadi opsi metode pembelajaran pemecahan kasus (case method) atau pembelajaran kelompok berbasis project (team based project).

Mahasiswa belajar dari kasus yang faktual sebagai implementasi belajar berbasis HOTS. Pembelajaran dengan Metode kasus (case method) sebagai pembelajaran partisipatif berbasis diskusi untuk memecahkan kasus atau masalah. Metode tersebut sesuai jika diterapkan dalam wujud pembelajaran abad 21.

Bila metode ini diterapkan, dapat mengasah dan meningkatkan keterampilan berpikir kritis untuk memecahkan masalah, kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, dan kreativitas.

Biasanya penerapan  case method baik dalam pembelajaran luring maupun daring, berdampak pada kemampuan mahasiswa dalam mengerjakan tugas, baik secara individu maupun kelompok. Di dalam kehidupan sehari-hari dituntut bisa membuat solusi dengan berbagai perspektif dan strategi yang bisa dijalankan.

Metode ini termasuk jenis pembelajaran berbasis masalah (problem based learning). Mahasiswa memiliki peran dominan dalam pembelajaran ini untuk menemukan dan meyelesaikan masalah, semetara dosen berperan sebagai  fasilitator.  Dosen bertugas mengobservasi, memberi pertanyaan, dan mengarahkan diskusi.

Tujuan inti dari kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas dan kapabilitas dosen dalam menyusun RPS berbasis studi kasus yang akan berimplikasi pada peningkatan kualitas pembelajaran.

Marilah kita sukses program ini sebagai tanggung jawab pendidik yang rohmatan lilialamin. Semoga lancar acaranya. Mudah-mudahan benefit yang diharapkan  dari kegiatan ini dapat meningkatkan berpikir kritis serta inovatif bagi dosen dan mahasiswa dan menjadi amal ibadah buat kita semua. (*)