BOKS Komunitas Rimbun
INSPIRATIF: Pengurus dan anak-anak yang tergabung dalam Komunitas Rimbun saat foto bersama usai melaksanakan kegiatan, sebelum masa pandemi Covid-19. FOTO: IST

Mengenal Lebih Dekat Komunitas Rimbun (3-Habis) 

RADARDEPOK.COM, Berdiri sejak 2015, bukanlah waktu yang sebentar bagi Komunitas Rimbun dalam melangkah mencerdaskan anak bangsa, dengan berbagai kegiatan yang dilakukan.

Laporan: Lutviatul Fauziah

Pandemi Covid-19 yang menghadang memang bukanlah sebuah penghalang bagi mereka untuk terus menyajikan keceriaan pada anak-anak. Komunitas Perpustakaan Rimbun yang terletak di Jalan H. Maing Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan pun merasakan dampaknya. Biasanya buka setiap Sabtu dan Minggu mulai pukul 09.00 WIB – 17.00 WIB. Namun, selama masa pandemi Covid-19 anak-anak membaca buku di rumah masing-masing dengan meminjam buku di perpustakaan.

Adapun buku di perpustakaan rimbun didapat dari berbagai donasi perorangan serta beberapa komunitas. Selain buku perpustakaan, Rimbun juga menyediakan berbagai alat peraga dan mainan edukasi anak.

Zubair dan tim tidak kehabisan akal untuk terus mengedukasi anak-anak meski ditengah wabah pandemi yang belum juga berakhir setelah setahun lebih. Melihat keceriaan anak-anak sangat dia dambakan. Maka dirinya menggagas Satu Buku Satu Rumah, yang diharapkan tetap bisa optimal meningkatkan minat baca anak-anak.

“Diera digital ini, Rimbun turut mencoba memaksimalkan teknologi yang ada, seperti membuat podcast yakni obrolan edukasi dan juga membuat konten youtobe. Salah satunya adalah komik bergambar rimbun dengan judul Mari Bercerita,” ucap pria 35 tahun yang sudah pengalaman di dunia pendidikan selama 15 tahun.

Awalnya, podcast yang dibuat tim Rimbun untuk mengisi waktu dimasa PSBB sebelumnya. Dan hanya diisi oleh cerita-cerita anak-anak. Selang beberapa konten, semakin mengeksplore kemampuan-kemampuan yang ada dan diisi dengan Rimbun menyapa. Dimana narasumber mengirim pesan selama pandemik untuk pendengar Rimbun.

Walaupun mendapat sambutan baik, tetapi memang banyak keterbatasan yang dialami. Dirinya ingin dapat terus memberi banyak manfaat untuk anak-anak yang bergabung bersama komunitasnya. (*)

 

Jurnalis: Lutviatul Fauziah

Editor: M. Agung HR