Ilustrasi Hotel
Ilustrasi Hotel. FOTO: IST

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kebijakan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Depok, seperti pribahasa bagai makan buah simalakama. Satu sisi jika tidak diterapkan, penyebaran virus Covid-19 akan terus meningkat bahkan terjadi ledakan penularan. Di sisi lain, sejumlah sektor usaha khususnya perekonomian menjadi terdampak.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Depok, Fajar Prawinto menyatakan, terdapat plus minus dalam penerapan PPKM Darurat. Minusnya sangat dirasakan ketika penutupan hotel dan restoran, serta sektor wisata. Banyak member PHRI di bidang wisata dan restoran baru saja buka harus kembali menutup usahanya.

“Karena kolam renang dan pemancingan harus tutup seratus persen,” ucap Fajar kepada Radar Depok, Selasa (6/7).

Selain itu banyak juga event pernikahan yang seharusnya terselenggara di bulan ini, harus tertunda atau dimundurkan jadwalnya. “Malah sudah ada customer yang sebar undangan sebelum ada PPKM Darurat ini, terpaksa harus menunda acaranya,” tutur Fajar.

Meski begitu Fajar menilai, kebijakan PPKM Darurat merupakan langkah positif dalam menekan laju penularan covid-19. “Saat ini kita harus bersikap bijaksana, keputusan pemerintah untuk PPKM Darurat saya rasa sudah dipikirkan dengan matang guna menekan meningkatnya covid-19,” terangnya.

Selain mendukung kebijakan pemerintah, pihaknya menyampaikan sejumlah saran kepada Pemkot Depok agar memberikan kebijakan khusus bagi anggotanya dimasa penerapan PPKM Darurat. “Kami mohon Pemkot Depok mau memberikan potongan atau free tax, bantuan pelatihan kepada anggota yang terdampak karena tutup sementara, malah ada yang tutup permanen,” harap Fajar.

Menurutnya jika berkaca pada tahun lalu, pengusaha hotel dan restoran di Kota Depok tidak mendapatkan dana hibah dari pemerintah, sementara daerah lain mendapatkannya. Selain itu Fajar berharap, pemerintah segera memberikan vaksinasi kepada pelaku usaha pariwisata di Depok, karena belum semua anggotanya mendapat vaksin. “Anggota yang sudah divaksin 946 orang, sedangkan yang belum ada 800-an orang,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Depok, dr. Sukwanto Gamalyono mengaku, menyambut baik adanya PPKM Darurat. Ia menilai, kebijakan tersebut paling efektif dalam menekan laju penularan covid-19.

“Saya lihat analisa Gubernur DKI Jakarta, kalau gak keluar rumah angka penularan menurun, setelah keluar rumah angka penularan cukup tinggi,” ungkap dr. Gamal kepada Radar Depok, Selasa (6/7).

Keberadaan PPKM Darurat ini diyakini mampu menekan laju penularan yang kian hari cukup tinggi di Kota Depok. Menurutnya, minimal mengurangi penyebaran dengan tetap di rumah saja. “Kalau di rumah saja untuk kesehatan masyarakat sangat baik. Tinggal Pemkot Depok harus memberikan bantuan kepada orang yang tidak bisa bekerja karena PPKM Darurat ini,” tandasnya.

Selain itu lanjut Gamal, penyekatan dan pemberlakuan jam malam memang sudah harus dilakukan. Sebab saat ini di Kota Depok hampir semua fasilitas kesehatan penuh. “Tenaga medis dan oksigen saja saat ini Depok sudah keteteran,” ucap Gamal.

Gamal menegaskan, penularan covid-19 di Depok yang masih terus tinggi bukan dilihat dari faktor efektif atau tidaknya PPKM Darurat. Tetapi lantaran masa inkubasi varian Delta yang sangat cepat, tiga sampai enam hari. “Saya yakin kasus positif ini bukan karena PPKM Darurat tidak efektif, tapi mereka sudah terkena sebelum adanya program ini. Dan masa inkubasi virus ini tiga sampai enam hari baru muncul gejalanya,” bebernya.

Menurutnya, virus Delta harus ditangani secara serius, khususnya terhadap anak-anak. Meski tidak menimbulkan gejala bagi anak, tetapi yang berbahaya anak tersebut akan menjadi carrier virus bagi keluarganya. “Anak–anak kan protokol kesehatanya agak sulit ya, karena mereka belum mengerti. Apalagai kalau mereka lagi di luar rumah main, lalu pulang ke rumah cium tangan dengan orang tuanya. Sangat mungkin menyebabkan penularan, makanya di Depok banyak klaster keluarga,” terangnya.

Gamal menambahkan, ada satu hal lagi yang harus diwaspadai dari virus Delta ini, karena virus ini seperti layaknya pesawat tempur siluman yang tidak dapat terdeteksi radar. Jika tidak ditangani atau dicegah, orang yang terkena bisa saja merasa sehat lalu tiba–tiba mendapatkan gejala sesak nafas berat, dan meninggal dunia. “Varian Delta ini sering menimbulkan gejala Happy Hypoxia, dimana penderita merasa sehat–sehat saja, akan tetapi tanpa disadari saturasi oksigennya terus menurun lalu tiba–tiba sesak nafas dan bisa meninggal. Normalnya kan saturasi oksigen itu di atas angka 90, nah kalau udah kena Happy Hypoxia tanpa disadari penderita oksigenya terus menurun dan menyebabkan kematian,” jelasnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Depok dari Fraksi PKS, Suparyono mengatakan bahwa PPKM Darurat ini memang harus dilakukan di Kota Depok. Jika tidak penularan covid-19 bisa sangat parah.

“Ada yang harus diselamatkan, yaitu masyarakat. Ada juga yang jadi korban kebijakan ini, seperti dunia usaha,” tuturnya.

Suparyono menyarankan, untuk menyiasati laju ekonomi di tengah penerapan PPKM Darurat, pengusaha tempat makan harus memaksimalkan pola jual beli online saja. Sedangkan untuk hotel dan restoran, ia menyarankan agar pengelola mau bekerjasama menjadikan hotelnya sebagai tempat isolasi bagi pasien covid-19. Mengingat saat ini Kota Depok sedang kesulitan mencari tempat isolasi.

“Daripada hotel tutup sama sekali, lebih baik kerjasama dengan Pemkot Depok. Menjadikan hotelnya jadi tempat isolasi pasien covid-19, nanti dibayar. Dan restoran akan dijadikan tempat penyediaan makanan bagi pasien Covid-19,” kata Suparyono.

Di sisi lain Suparyono meminta Pemkot Depok untuk lebih memaksimalkan upaya pencegahan. Khsususnya sosialisasi di tingkat perkampungan, karena selama ini sosialisasi hanya dilakukan di jalan protokol saja. “Yang perlu diperbaiki di sektor hulu yaitu pencegahannya, harus ada petugas yang keliling kampung untuk menyosialisasikan dan menertibkan kerumunan di perkampungan, jangan hanya di jalan protokol saja. Sedangkan untuk hilirnya menurut saya sudah sangat bagus, walaupun tenaga kesehatan kewalahan, kurang tenaga medis, kurang oksigen, tapi itu karena kejadian sekarang ini di luar kemampuan Pemkot Depok,” pungkasnya.  (rd/dra)

 

Jurnalis: Indra Abertnego

Editor: M. Agung HR