TPA Cipayung PPKM Darurat fix
PENUH: Suasana TPA Cipayung Kota Depok. PUTRI/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang sudah berjalan selama enam hari di Kota Depok, ternyata membawa dampak terhadap peningkatan volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung. Kenaikan diperkirakan 100 ton per harinya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Ety Suryahati mengatakan, saat ini dengan diberlakukannya PPKM Darurat, banyak masyarakat yang memilih untuk stay di rumah, sehingga sampah rumah tangga pun mengalami kenaikan.

Namun belum terlihat kenaikan yang signifikan, masih biasa saja,” tuturnya kepada Radar Depok, Jumat (9/7).

Lebih lanjut, Ety menjelaskan, bagi sampah masyarakat yang sedang melaksanakan isolasi mandiri (isoman) ditangani oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) melalui puskesmas. “Yang kemudian dikumpulkan di kelurahan, kemudian diangkut oleh transporter yang sudah kerjasama dengan puskesmas,” jelasnya.

Terpisah, Kepala UPT TPA Cipayung, Ardan Kurniawan mengatakan, peningkatan volume sampah yang masuk ke TPA Cipayung sudah sejak enam hari yang lalu, atau saat awal pemberlakuan PPKM Darurat.

Yang jelas sekarang sudah ada peningkatan volume sampah yang masuk, dari yang biasanya 900 ton, sekarang 1.000 ton per hari,” ucapnya kepada Radar Depok.

Dia menyebut, ada sebanyak 141 armada yang mengangkut sampah ke TPA Cipayung. “Jumlah armada tersebut berdasarkan catatan jembatan timbang,” ujarnya.

Sementara, Kepala Bidang Kebersihan DLHK Kota Depok, Iyay Gumilar menjelaskan, sebenarnya terkait sampah masyarakat isolasi mandiri beda pengangkutannya dari sampah biasa.

Namun, memang kan ada yang terselip atau ada yang tidak melapor jika sedang isolasi mandiri. Kami antisipasi kepada tim untuk selalu menerapkan kebersihan setelah angkut sampah,” jelasnya.

Dirinya mengimbau kepada masyarakat agar bisa memilah sampah atau memisahkan sampah APD seperti masker dan lainnya. Agar petugas kebersihan tidak terpapar. Begitu juga yang sehat, masker sebenarnya harus dipisahkan sampahnya. Karena kan tidak tahu ada virusnya atau tidak,” jelasnya.

Iyay juga selalu mengimbau kepada para petugas kebersihan pengangkut sampah, agar mencuci tangan dengan sabun, membersihkan badan, dan lainnya setelah melakukan tugasnya. “Doakan supaya teman-teman sehat yang dilapangan, agar bisa terus menjalani tugas melayani masyarakat,” pungkasnya. (rd/dis)

Jurnalis : Putri Disa

Editor : Junior Williandro