laptop untuk sekolah umum
Ilustrasi

RADARDEPOK.COM, JAKARTA – Madrasah tidak akan mendapatkan bantuan laptop yang merupakan program Digitalisasi Sekolah yang diadakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Hal itu karena, madrasah berada di bawah naungan Kementerian Agama.

“Iya (tidak diberikan untuk madrasah), yang di bawah Kemenag dikelola oleh Kemenag pastinya,” kata Kepala Biro Perencanaan Kemendikbudristek Samsuri.

Samsuri menjelaskan, pemberian paket teknologi informasi dan komunikasi (TIK) hanya diberikan kepada sekolah di bawah Kemendikbudristek yang membutuhkan atau masih kekurangan paket TIK.

Sementara itu, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Muhammad Zain mengatakan, Kemenag juga memiliki program digitalisasi yang diterapkan untuk madrasah. Namun saat ini bentuknya bukan berupa membagi-bagi laptop dan alat TIK lainnya.

“Tidak ada program tersebut (bagi-bagi laptop untuk madrasah),” tuturnya.

Mengutip situs resmi Kemenag, pembelajaran digital mulai didorong di madrasah sejak Oktober 2020 melalui program reformasi madrasah. Program ini dilakukan melalui kerja sama antara Kemenag dengan Bank Dunia.

Bank Dunia memberikan bantuan sebesar Rp3,75 triliun untuk memberikan pengadaan alat belajar serta materi pendukung dalam pembelajaran digital. Program dilakukan secara bertahap mulai dari madrasah negeri sampai di pelosok.

“Dalam kesepakatan ini, 500 ribu siswa madrasah akan mendapat akses platform pembelajaran digital dengan teknologi terkini,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Muhammad Ali pada Februari 2021. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya