Tempat Pemancingan Disegel Satpol PP di Beji
DISEGEL: Kolam Pemancingan Deluna Adhiraja, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, disegel Satpol PP Kota Depok, karena diduga telah melanggar aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Sabtu (11/7). FOTO: IST

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kolam Pemancingan yang ada di kawasan Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, disegel Satpol PP Kota Depok, karena diduga telah melanggar aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, pada Sabtu (11/7).

Sekretaris Satpol PP Kota Depok, Ferry Birowo mengaku, sebelumnya telah mendapat informasi dari warga bahwa terdapat kolam pemancingan bernama Deluna Adhiraja yang diduga melanggar aturan PPKM Darurat. Kemudian para petugas langsung mengecek ke lokasi.

“Berdasarkan informasi dari anggota kami, ada sekitar 100 orang di lokasi pemancingan tersebut,” tutur Ferry kepada Radar Depok, Minggu (11/7).

Ferry menjelaskan, anggota Satpol PP menemukan pemancing berkerumun, sehingga berpotensi terjadinya penularan Covid-19. Maka itu, langsung diberikan imbauan dan sanksi. Diketahui, sanksi tersebut berupa denda sebesar Rp5 juta. “Pemberian sanksi tetap kami lakukan kepada pengelola,” jelasnya.

Selain itu lanjut Ferry, guna mencegah dibukanya kembali tempat pemancingan tersebut, pihaknya telah melakukan penyegelan dan akan melakukan pengawasan kepada lokasi pemacingan di seluruh wilayah Kota Depok. “Nanti akan kami awasi, sementara ini disegel dan pengelola kami panggil untuk diberikan sanksi,” ungkapnya.

Terpisah, Pemilik Kolam Pemancingan Deluna Adhiraja, Pratama Persadha mengatakan, sebelumnya dia telah memerintahkan pengelola pemancingan untuk menutup, namun nyatanya diam-dian masih membuka. “Bilang ikut perintah, tapi diam-diam masih melakukan kegiatan pemancingan,” ucapnya kepada Radar Depok.

Pratama menjelaskan, per Sabtu (10/7) lima orang pengelola pemancingan sudah dipecat. “Sekarang sedang di BAP di Polres Metro Depok,” ungkapnya.

Dia mengaku, tidak merasa keberatan jika para pengelola diberikan sanksi setimpal, agar bisa jadi pembelajaran ke depannya. “Semoga masalahnya cepat selesai, pemancingan ditutup tidak masalah, malah bagus. Airnya juga bisa dibalikan bersih lagi, dulu kan bikin pemancingan memang tujuannya untuk hobi pribadi saja,” pungkasnya. (rd/dis/dra)

 

Jurnalis: Putri Disa, Indra Abertnego

Editor: M. Agung HR