keramat serambi
LESTARIKAN BUDAYA : Pengurus serta penerus Makam Kramat Mpi Siun saat foto bersama di Keramat Sambi, Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya. FOTO : ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Situs makam Keramat Sambi yang terancam penggusuran, akibat pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) jadi sorotan wakil rakyat. Ketua Komisi D, DPRD Kota Depok yang membidangi kebudayaan dan pendidikan, Supriatni menilai makam ini harus tercatat sebagai Cagar Budaya di Kementrian Kebudayaan.

“Sudah berulang kali saya sampaikan ke Kadisporyata Kota Depok (Wijayanto), tapi lagi-lagi jawabnya itu belum tercatat sebagai Cagar Budaya di Kementrian Kebudayaan,” kata Supriatni kepada Harian Radar Depok, Minggu (4/7).

Dia mengaku, sudah mengajukan ke Disporyata Kota Depok agar situs makam yang mengistirahatkan Raden Muhammad Yusuf atau Mpi Siun itu, dapat didaftarkan sebagai cagar budaya. Sehingga, terselamatkan dari ancaman penggusuran pembangunan UIII.

“Tiap sedang rapat dengan Kadisporyata nya langsung menjawab bahwa makam tersebut tidak bisa dikatakan sebagai Cagar budaya oleh Pemkot Depok. Karena yang bisa mengatakan suatu situs itu sebagai cagar budaya apabila sudah diakui Kementerian Kebudayaan,” jelas Supriatni.

komisi d
Ketua Komisi D DPRD Depok, Supriatni

Menurut Supriatni, dia sudah berulang kali membahas persoalan tersebut dengan Kepala Dinas Poryata Kota Depok, Wijayanto.

Namun, jawaban Kadisporyata Kota Depok itu selalu normatif yaitu Keramat Sambi belum dapat dikatakan sebagai Cagar Budaya selama belum diakui Kementrian terkait.

“Sudah berulang kali setiap berjumpa langsung dengan Kadisporyata, terakhir saat di Bapemperda, Kadisporyata mengajukan Raperda Pemajuan Kebudayaan, saya sampaikan lagi ke Kadisporyata, tetap jawabnya sama kalo makam empi siun itu tidak bisa dikatakan sebagai Cagar Budaya selama belum diakui oleh Kementrian kebudayaan,” ungkapnya.

Dia menekankan, akan jadi orang pertama yang mengucapkan terima kasih kepada dinas terkait. Jika, makam keramat tersebut tidak terkena penggusuran.

“Kalau bisa diusahakan sebagai cagar budaya makam empi siun itu, saya Supriatni, Ketua Komisi D DPRD Depok, orang yang pertama yang akan mengucapkan terimaksih kepada Kadisporyata,” tandasnya. (arn/rd)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu 

Editor : Fahmi Akbar