tukang bubur dihukum
Tukang bubur di Tasikmalaya didenda Rp 5 Juta dan penjara 5 hari usai melanggar PPKM Darurat.

RADARDEPOK.COM – Seorang tukang bubur di Tasikmalaya, Jawa Barat diharuskan membayar denda sebesar Rp 5 juta akibat melayani pembeli makan di tempat pada saat pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Vonis tersebut belakangan tak begitu saja langsung diterima pihak keluarga. Sang kakak merasa keberatan.

“Cari uang saja sudah susah. Jujur saja, saya keberatan dengan vonis tersebut,” ujar Endang (40), kakak terdakwa S, Selasa, 6 Juli 2021.

Bahkan, majelis hakim Pengadilan Negeri Tasikmalaya juga menjatuhkan hukuman kurungan selama lima hari kepada S. Terdakwa dinilai terbukti melanggar PPKM darurat lantaran telah berjualan melebihi batas waktu yang telah ditentukan.

Ceritanya dimulai pada 6 Juli 2021. Terdakwa S berdagang bubur di sekitaran jalan Galunggung, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya.

Saat itu, dia pun harus menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring) karena dinilai telah melanggar aturan PPKM darurat. Sidang tipiring yang digelar secara daring itu, dipimpin oleh Ketua majelis Hakim Abdul Gofur.

Dalam sidang tersebut, majelis hakim memutuskan terdakwa S menyalahi aturan karena berjualan di atas waktu yang sudah ditentukan dan bahkan melayani pembeli makan di tempat.

“Karena yang pertama, dikasih sanksi yang paling ringan,” kata Ketua Majelis Hakim.

Ada pun jerat pasal yang disangkakan kepada terdakwa, Ketua Majelis Hakim memberikan vonis terhadap terdakwa S dengan Pasal 34 ayat 1 juncto Pasal 21i ayat 2 huruf f dan g, Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Perda Provinsi Jabar Nomor 13 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat.

S divonis hukuman denda Rp 5 juta dan subsider kurungan penjara selama lima hari.

Menyikapi putusan tersebut, kakak terdakwa Endang (40) dan juga saksi dalam kasus tersebut mengaku keberatan. Denda yang dijatuhkan menurutnya sangat besar bagi pedagang kecil seperti adiknya itu.

Endang mengungkapkan, kejadian itu terjadi saat ada operasi, Senin malam, 5 Juli 2021. Saat itu ada empat orang warga yang hendak membeli bubur di tempat adiknya.

Saat itu ia bersama adiknya sempat memberitahu pembeli agar tidak makan di tempat, namun tidak diindahkan sehingga terpaksa dilayani.

“Saat pembeli sedang makan, tim Satgas datang melakukan operasi. Saya dan adik dikenai sanksi untuk sidang tipiring. Jadi atas putusan ini kami tentu sangat keberatan,” jelas pria asal Garut ini. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya