boks 3 habis
SAYANG : Rohman Nisfi saat bersama beberapa peliharaan kucingnya. IST

RADARDEPOK.COM  – Berbuat baik tidak mesti kepada sesama manusia. Namun, berbuat baik bisa juga kepada mahluk hidup lain, salah satunya kucing. Karena hakekatnya, kucing juga mahluk hidup yang membutuhkan kasih sayang dan kepedulian dari sesama.

Laporan: Putri Disa Kiftiani

Taman semakin sepi oleh anak-anak, karena mereka harus pulang ke rumah dan menunaikan kewajiban sorenya, yaitu mandi. Rohman Nisfi yang sesekali mengisap tembakau, kembali bercerita panjang lebar tentang pengalamannya. Sebelumnya telah diceritakan mengenai keberangkatannya menjadi relawan di Adonara NTT.

Rohman bersama keenam kawan lainnya yang juga berasal dari Taman Baca Melego, menginjakkan kaki di pulau Adonara selama satu bulan, untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.

Kali pertama dia merasakan bukan puasa atau Ramadan di tempat bencana. Namun, dia sangatlah takjub akan sikap tolerir yang dimiliki masyarakat di sana. Walaupun kebanyakan dari mereka beragama non Islam, tidak ada selaan ataupun perbedaan yang berarti selama Rohman menjalani ibadah puasa di sana.

“Kalau dibilang paling jauh, mungkin tidak. Karena sebelumnya pernah ke Aceh untuk bantu pasca tsunami. Namun, ini bisa dibilang Ramadan pertama dalam hidup saat di tempat bencana,” ujarnya dengan mata berbinar.

Berpindah topik pembicaraan, Rohman yang memang dari awal terlihat berbeda dengan yang lainnya, ternyata memiliki 50 ekor kucing yang dirawat di dalam rumahnya. Hal tersebut diawali dengan kesukaannya dan pasangannya terhadap kucing.

Tidak begitu banyak, hanya sekitar lima ekor kucing yang awalnya dia miliki di rumah. Kemudian, karena banyak kucing liar yang dirasa memerlukan pertolongan, Rohman merescue kucing-kucing tersebut dengan melakukan perawatan yang dilakukan di rumahnya, tentunya bersama pasangannya yang juga pecinta kucing.

Siapa sangka, berawal dari lima ekor, kini Rohman memiliki kucing sekitar 50 ekor. Dia tidak merasa keberatan dengan keberadaan kucing-kucing tersebut, karena menurutnya sejak awal dia memang sudah memiliki kecintaan terhadap kucing.

Tidak jarang dia melakukan kebiri atau sterilisasi kepada kucing-kucingnya yang sudah memasuki musim kawin. Hal tersebut bertujuan untuk kesehatan sekaligus menjaga populasi kucing. “Ya, seperti kita ketahui. Jumlah kucing di Indonesia sangat banyak. Bahkan sudah over population, sayang sekali kalau tidak terawat dan malah terlantar,” jelasnya.

Tidak ada yang bilang biaya perawatan untuk kucing murah. Namun, Rohman percaya akan rezeki yang sudah dimiliki dan diatur oleh Tuhan. Dia mengaku, mungkin untuk saat ini sudah cukup menamung kucing sebanyak tersebut. Namun, dia akan tetap berbuat baik kepada kucing-kucing liar dengan memberi mereka makan di jalan jika bertemu.(dis/rd)

Editor : Fahmi Akbar