rw11 kalimulya
PEDULI : Achiruddin Akiel (menggunakan APD), turun langsung mengevakuasi pasien Covid-19, di RW 11 Taman Anyelir 3. FOTO : LULU/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Aktif diberbagai organisasi luar lingkungan, tak membuat anak ke sembilan dari sembilan bersaudara ini melupakan lingkungan tempat tinggalnya di Taman Anyelir 3 Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong.

Laporan : Lutviatul Fauziah

Yang muda, yang berkarya. Mungkin itu jargon yang tepat untuk menggambarkan sosok Akiel yang terus berusaha memberikan banyak manfaat untuk orang disekitarnya. Walaupun usianya masih terbilang muda, namun ayah tiga orang anak ini sudah dipercaya menjadi Ketua RW 11 sejak 2011 hingga sekarang.

Akiel menyebut, dahulu orang tuanya pernah menjabat sebagai Ketua RW di wilayah Jakarta Barat selama 34 tahun. Sambil tertawa, Akiel bertanya apakah ini sebuah kutukan atau bukan. Karena dia juga sudah menjadi Ketua RW selama 10 tahun. Mungkin ini sudah jalannya.

Keakrabannya dengan warga, membuat Akiel begitu banyak mendapat dukungan untuk membangun lingkungan lebih baik. Semua tampak begitu kompak dan aktif diberbagai kegiatan. Mulai dari remaja, ibu-ibu hingga bapak-bapak semua berbaur menjadi satu dan sangat akrab.

Terlebih, saat pandemi seperti sekarang ini. Kasus di lingkungannya terus bertambah setiap setiap harinya. Bahkan, pernah di RW 11 menjadi kasus tertinggi di Kelurahan Kalimulya. Namun, Akiel dan rekan-rekannya tak hanya tinggal diam. Mereka melakukan berbagai upaya agar kasus di lingkungannya dapat dikendalikan. Mulai dari penyemprotan disinfektan, penanganan, hingga memberikan berbagai kebutuhan selama warganya menjalani Isolasi Mandiri (Isoman).

Ayah tiga orang anak ini pun, turun langsung dalam menangani pasiennya. Mulai dari evakuasi, hingga membawa ke rumah sakit untuk dilakukan tindak lanjut. “Tujuan hidup saya memang agar bisa membantu orang banyak. Semampu saya, sebisa saya,” ucap pria yang juga menjabat sebagai Ketua Pokdarkamtibmas Kalimulya selama 8 tahun.

Hasilnya pun terlihat, kasus di wilayahnya kian mengalami penurunan secara perlahan. Apapun yang bisa dilakukan untuk warganya selalu dilakukan. Bahkan terkadang, dia lupa dengan dirinya sendiri. Lupa makan, lupa istirahat. Yang terpenting, warganya merasa diperdulikan.

Hidup baginya bukan seberapa banyak harta yang dapat diraih, tetapi seberapa banyak manfaat hidupnya untuk orang lain yang ada di likungan terdekat. (tul)

Editor : Fahmi Akbar