boks metro 2
JADI RELAWAN: Relawan Taman Baca Melego, Rohman Nisfi (flanel hijau) bersama relawan lain saat berangkat ke Ile Boleng, Adonara, NTT, beberapa waktu lalu. IST

RADARDEPOK.COM  – Menjadi relawan Taman Baca Melego merupakan pilihan yang diambil Rohman Nisfi, sejak 2020 lalu. Banyak hal yang menjadi pelajaran baginya, setelah masuk dan bergabung ke dalam Taman Baca Melego.

Laporan: Putri Disa Kiftiani

Masih di tengah-tengah anak kecil yang bermain di Taman Baca Melego, Rohman Nisfi, seorang mantan Jurnalis yang sekarang menjadi relawan, kembali menceritakan kisahnya.

Sejak bertemu dengan tempat yang membuatnya nyaman di tengah perkampungan di Kelapa Dua, yang biasa disebut Taman Baca Melego, Rohman rupanya telah menobatkan tempat tersebut menjadi basecampnya.

“Justru selama di Taman Baca Melego, makin banyak dapat relasi. Macam-macam yang singgah ke sini, beraneka ragam. Mulai dari mahasiswa berbagai univ, sampe orang-orang hebat lainnya,” ungkap Rohman.

Banyak hal yang telah dia lakukan bersama dengan relawan Taman Baca Melego, yang sebenarnya tidak ingin dipamerkan. Rohman terkenal dengan sifatnya yang humble selalu ingin melakukan kebaikan tanpa pamrih.

Beberapa kali dia terlibat dalam membantu masyarakat Indonesia yang jauh di luar Pulau Jawa, saat mereka membutuhkan bantuan. Rohman membantu mulai dari segi materi, fisik, hingga rohani.

Beberapa waktu belakangan, Indonesia yang sedang berada dalam kondisi pandemi Covid-19, juga mendapat beberapa bencana alam. Hingga mengharuskan dia sigap dan cepat membantu. Tentunya bersama dengan relawan Taman Baca Melego yang lain, Rohman turun langsung dalam membantu.

Beberapa kali dia datang langsung ke lokasi bencana, bahkan beberapa kali juga memonitoring dari jauh. Dan beberapa waktu lalu, yang masih membekas segar diingatannya. Bisa menjadi salah seorang relawan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dia berharap, semoga ke depannya Taman Baca Melego bisa semakin tinggi menjunjung literasi, dengan memiliki berbagai program yang konteksnya literasi.

“Kemudian juga memberikan kegiatan yang lebih dekat dengqn penduduk (konteksnya jika sudah tidak ada pandemi Covid-19), dan juga memberikan manfaat bagi banyak orang,” pungkasnya.(bersambung)

Editor : Fahmi Akbar