Kampung Kilap Buana
BERLATIH : Murid perguruan Pencak Silat Kilap Buana sedang berlatih silat. ist

Kota Depok dikenal memiliki segudang perguruan silat. Salah satu yang terkenal di Depok adalah Silat Jalan Enam dan juga Kilap Buana. Tak mau tradisi silat Kilap Buana ini tergerus arus modernisasi, seorang warga Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari, Acep Jarkasih mendirikan Yayasan Kampung Kilap Buana.

Laporan : Indra Abertenego Siregar

RADARDEPOK.COM, Berlokasi di Parung Poncol, RT4/2, Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari, tampak sebuah rumah berukuran megah berkelir hijau. Rumah ini menjadi sekretariat Yayasan Kampung Kilap Buana.

“Saya menjadikan rumah saya sebagai sekretariat yayasan,” kata Acep Jarkasih, Ketua Yayasan Kampung Kilap Buana.

Yauasan ini memang terbilang baru, tapi memiliki pondasi sejarah yang panjang. “Jadi kenapa saya bikin yayasan ini, ada ceritanya, yayasan ini untuk mempertahankan tradisi leluhur saya,” ucapnya.

Di awal tahun 1900-an silam, ata sebuah tradisi beladiri yang diciptakan seorang sesepuh pada jaman itu. Namun, bela diri ini belum memiliki nama, layaknya taekwondo maupun karate.

“Zaman dulu orang taunya maen gebuk aja, belum ada sebutan pencak silat,” turur pemilik perusahaan alat pemurni udara Avion ini.

Lalu, leluhur Acep, membentuk sebuah perguruan pencak silat bernama Kilap Buana. Perguruan ini, sama dengan perguruan silat Jalan Enam maupun MS dan Simatoga. “Awal berdiri perguruan ini adanya di Sasak Panjang, Bogor, disebut Pasiban waktu itu,” tuturnya.

Lalu murid pertama pendiri perguruan pencak Silat Buana ini adalah kakek dari Acep Jarkasih dan rekan-rekan kakeknya.

“Murid pertama kake saya, lalu kake saya nurunin ke bapak saya. Lalu bapak saya, nurinin ke saya. Jadi hitunganya saya generasi ke tiga,” jelasnya. (bersambung)

Editor : Junior Williandro