Ilustrasi Kereta Api dimasa PPKM Darurat
ILUSTRASI: Kereta Api Dimasa Aturan PPKM Darurat.

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Penerapan protokol kesehatan dan peraturan di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat terus dijalankan KAI Commuter sebagai operator KRL. Sesuai dengan SE Menteri Perhubungan Nomor 50 Tahun 2021 mulai Senin 12 Juli 2021, seluruh calon pengguna KRL wajib menunjukkan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP).

Atau Surat Keterangan lainnya yang dikeluarkan Pemerintah Daerah setempat, atau Surat Tugas yang ditandatangani oleh pimpinan instansi, minimal Eselon II untuk pemerintahan, atau pimpinan perusahaan/kantor yang termasuk sektor esensial dan kritikal.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba menyebutkan, KAI Commuter bekerjasama dengan Pemerintah Daerah dan aparat kewilayahan setempat untuk melakukan pemeriksaan seluruh calon pengguna KRL.

“Bagi yang tidak dapat menunjukkan surat tersebut dilarang untuk naik KRL,” tegas Anne dalam keterangan resmi yang diterima Radar Depok, Minggu (11/7).

Sementara itu hingga pukul 19.00 WIB, pengguna KRL di seluruh stasiun sebanyak 200.369 orang atau berkurang 3 persen dibanding kemarin di waktu yang sama. KAI Commuter sebagai operator KRL terus berupaya menghadirkan layanan terbaik bagi penggunanya. “Beroperasinya layanan KRL ini dikhususkan bagi pengguna yang masih harus beraktivitas di luar rumah, terutama bagi pengguna yang beraktivitas di sektor kritikal dan esensial sesuai aturan pemerintah,” tutur Anne.

KAI Commuter terus menjalankan protokol kesehatan secara ketat serta peraturan-peraturan pemerintah di masa PPKM Darurat ini. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk beraktivitas di rumah saja, kepada para pengguna yang bekerja di sektor non esensial dan non kritikal. “Mari lindungi kesehatan keluarga dan sesama, guna menekan penyebaran Covid-19,” tandas Anne.

Selain itu menurut Anne, PPKM Darurat yang dimulai sejak 3 Juli 2021 masih terus berlangsung hingga saat ini. Guna menekan angka mobilitas masyarakat, berbagai upaya terus dilakukan pemerintah, salah satunya melalui SE Menteri Perhubungan Nomor 50 Tahun 2021. KAI Commuter pun mendukung penuh langkah pemerintah tersebut.

Delapan hari pelaksanaan PPKM Darurat, mobilitas pengguna KRL terus berkurang. Selama hari kerja pekan ini pengguna KRL menyentuh angka 1.176.719 orang atau 235.344 orang per hari. Sementara pekan sebelum pemberlakuan PPKM Darurat mencapai 1.607.818 orang atau 321.564 orang per hari. Angka ini berkurang sekitar 26 persen. Selain itu, pada Sabtu (10/7) juga mencatatkan penurunan jumlah pengguna dibanding Sabtu (3/7) saat hari pertama penerapan PPKM Darurat.

“Kemarin volume pengguna KRL tercatat 168.407 orang, sementara Sabtu pekan lalu tercatat ada 200.059 orang atau berkurang sekitar 15 persen,” terang Anne.

Sementara hingga pukul 09.00 WIB Minggu (11/7), KAI Commuter mencatat ada 30.075 orang atau berkurang 26 persen dibanding Minggu (27/6) yang mencapai 40.534 orang saat sebelum penerapan PPKM Darurat.

Anne menegaskan, KAI Commuter terus mengingatkan seluruh masyarakat yang menggunakan KRL adalah mereka yang bekerja di sektor esensial dan kritikal. Mulai Senin (12/7) masyarakat yang menggunakan KRL wajib menunjukan STRP.

“Kami terus menjalankan protokol kesehatan secara ketat serta peraturan-peraturan pemerintah di masa PPKM Darurat ini. Kami mengimbau masyarakat untuk beraktivitas di rumah saja kepada para pengguna yang bekerja di sektor non esensial dan non kritikal,” pungkasnya. (rd/gun/**)

 

Jurnalis/Editor: M. Agung HR