Pembukaan Olimpiade 2020 Tokyo
RESMI DIBUKA: Olimpiade Tokyo 2020 yang tertunda selama satu tahun, akhirnya resmi bergulir. Hal ini ditandai dengan upacara pembukaan yang digelar Jumat malam (23/7) di Olympic Stadium, Tokyo, Jepang. FOTO: IST/NET/AFP

RADARDEPOK.COM, TOKYO – Olimpiade Tokyo 2020 yang tertunda selama satu tahun, akhirnya resmi bergulir. Hal ini ditandai dengan upacara pembukaan yang digelar Jumat malam (23/7) di Olympic Stadium, Tokyo, Jepang.

Mengusung tema “United by Emotion”, upacara pembukaan ini dihelat tanpa penonton. Selain itu, pembatasan tamu undangan juga dilakukan karena masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Vidya Toyyiba menjadi satu-satunya wakil Indonesia pada Cabang Olahraga (Cabor) menembak Olimpiade Tokyo 2020. Dia akan tampil di dua nomor, dan mengawali langkah di babak kualifikasi, Sabtu (24/7).

Nama Vidya sudah tak asing lagi di cabor menembak tanah air maupun asia. Dia meraih dua medali emas di Pesta Olahraga Asia Tenggara SEA Games 2019 di Filipina. Dia adalah penembak Indonesia pertama yang lolos ke Olimpiade.

Perempuan asal Depok berusia 20 tahun itu lolos ke Olimpiade Tokyo setelah sukses meraih medali perunggu pada ajang Piala Dunia Menembak ISSF 2001 di New Delhi beberapa waktu lalu.

Vidya akan akan tampil di dua nomor yaitu 10m Women’s Air Rifle yang akan lebih dulu menggelar pada Sabtu (24/7). Ajang itu akan digelar satu hari penuh dari kualifikasi hingga final di Asaka Shooting Range.

Dia akan bersaing lebih dulu di babak kualifikasi menghadapi tiga pesaing dari Norwegia, Polandia dan Srilanka.

Sementara di nomor kedua, Vidya akan tampil di Women’s 50m Rifle Three Positions pada 31 Agustus dan bersaing dengan wakil Kuba, Republik Ceko dan Swiss.

Terpisah, tunggal nomor satu Indonesia Anthony Sinisuka Ginting yang menyaksikan dari layar kaca mengatakan pendapatnya.

“Saya tadi nonton di handphone. Upacara pembukaannya keren walau dikemas sederhana. Mungkin kalau tidak pandemi bakal lebih megah. Sayang sekali memang tapi saat ini semua harus disyukuri,” kata Ginting dalam siaran persnya.

“Bisa digelar saja, Olimpiade ini sudah bagus. Sekarang semoga semuanya lancar dan sehat hingga akhir nanti,” lanjutnya.

Tim bulu tangkis Indonesia pada upacara pembukaan diwakili Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rionny Mainaky. Pembawa bendera adalah atlet surfing Rio Waida.

Atlet bulu tangkis tidak ada dalam defile. Alasannya, karena pembatasan jumlah anggota defile, juga karena mereka sudah harus bertanding pada Sabtu (24/7) dan Minggu (25/7) besok.

“Ikut parade tim Indonesia di sana akan jadi pengalaman yang menyenangkan. Tetapi saya sudah harus fokus ke pertandingan lusa nanti,” kata Ginting.

Sementara itu, manajer tim bulu tangkis Indonesia Eddy Prayitno menyampaikan kondisi terkini para atlet satu hari menjelang laga.

“Pagi tadi tim sudah menyelesaikan latihan terakhir jelang besok bertanding. Semua dalam kondisi sehat, prima dan semangat,” tutur Eddy.

“Hari ini juga kami didampingi dokter Andika (Respati) dari NOC Indonesia yang membuat kepercayaan diri atlet-atlet bertambah. Secara fisik dan mental mereka sudah siap bertanding,” ucap Eddy.

Eddy menambahkan bahwa para atlet menjalani sesi khusus video analisis pada sore harinya. “Nah, di sore harinya para atlet di semua sektor menjalani sesi video analisis. Mereka menganalisa kelebihan dan kekurangan lewat video-video pertandingan. Ini akan menjadi pertimbangan membuat strategi permainan,” jelas Eddy.

“Semoga atlet-atlet kebanggaan kita ini, berhasil menyumbangkan prestasi untuk Indonesia. Itu doa kita semua,” tutup Eddy. (blc/gun/jpc/net)