Ilustrasi penumpang KRL Jabodetabek
ILUSTRASI: PT KAI Commuter menyesuaikan layanan dan operasional KRL Commuter Line sejak 3 Juli 2021. Pada penerapan aturan PPKM Darurat ini, operasional KRL Jabodetabek menjadi pukul 04.00-21.00 WIB. FOTO: DOK.RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Aturan pemerintah tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di wilayah Jawa dan Bali, mulai 3-20 Juli 2021, berdampak juga pada jam operasional Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

PT KAI Commuter menyesuaikan layanan dan operasional KRL Commuter Line sejak 3 Juli 2021. Sejumlah penyesuaian operasional dan layanan ini merujuk kepada Surat Edaran Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan nomor 42 tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Perkeretaapian Pada Masa Pandemi Covid-19, dan Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Republik Indonesia nomor 14 tahun 2021 tentang Ketentuan Pelaku Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa PPKM Darurat.

“Dengan pemberlakukan PPKM Darurat ini,  jam operasional KRL Jabodetabek menjadi pukul 04.00–21.00 WIB,” ungkap VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba dalam keterangan resmi yang diterima Radar Depok, Minggu (4/7).

Sedangkan KRL Yogyakarta – Solo jam operasionalnya menjadi pukul 05.05–18.30 WIB. Selanjutnya, pada masa PPKM Darurat ini KAI Commuter juga memperketat pembatasan jumlah pengguna KRL pada tiap kereta atau gerbongnya. Jumlah pengguna KRL yang dapat berada di dalam satu kereta pada satu waktu adalah 52 orang atau 32 persen dari kapasitas tiap keretanya. Berkurang dari yang sebelumnya 74 orang atau sekitar 40 persen dari kapasitas.

“Dengan aturan pembatasan jumlah pengguna yang baru ini, maka petugas akan membatasi lebih ketat jumlah pengguna sejak memasuki stasiun, masuk gate, hingga menunggu kereta di area peron,” terang Anne.

Melihat peningkatan kasus Covid-19 yang terus bertambah selama beberapa pekan terakhir, pada pemberlakuan masa PPKM Darurat, KAI Commuter bekerja sama dengan Satgas Covid-19 akan terus melakukan pemeriksaan acak antigen kepada calon pengguna KRL setiap harinya di sejumlah Stasiun.

“Tes secara acak ini sebagai upaya mencegah calon pengguna yang berpotensi menularkan Covid-19 agar tidak naik KRL, serta untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah meningkatnya kasus positif Covid-19,” tutur Anne.

Menurut data yang tercatat, pada masa pemberlakuan PPKM berskala mikro yang lalu jumlah pengguna KRL di wilayah Jabodetabek terus mengalami penurunan hingga 34 persen. Dari sebelumnya pada 14 Juni 2021 sebanyak 495.150 pengguna, turun menjadi 312.953 pengguna pada Rabu, (30/6). Sedangkan pengguna KRL Yogya-Solo mengalami penurunan hampir sebanyak 50 persen dari 7.371 pengguna pada 14 Juni lalu, turun menjadi 3.690 pengguna pada 30 Juni 2021.

“Kami imbau untuk masyarakat yang masih harus keluar rumah, dan menggunakan transportasi publik untuk keperluan mendesak, hindari jam-jam puncak kesibukan. Utamakan kesehatan dan keselamatan bersama dengan selalu menjaga jarak aman,” tegasnya. (rd/gun/**)

 

Jurnalis/Editor: M. Agung HR