Universitas Pancasila
MENINJAU : Panglima TNI dan Kapolri saat meninjau langsung Sentra Vaksinasi Covid-19 Indonesia Bangkit Universitas Pancasila yang bertempat di Aula Masjid At-Taqwa, Kampus Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (5/7). RICKY/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM, JAKARTA – Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jendral Polisi (Kapolri) Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung Sentra Vaksinasi Covid-19 Indonesia Bangkit Universitas Pancasila yang bertempat di Aula Masjid At-Taqwa, Kampus Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (5/7).

Panglima TNI dan Kapolri tiba di UP mendapat sambutan hangat dari Rektor UP, Prof. Dr. Edie Toet Hendratno, S.H., M.Si., FCBArb beserta para Wakil Rektor. cPanglima TNI dan Kapolri menyempatkan diri meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi dan menyapa sejumlah peserta vaksin yang hadir. Tak lupa,  mengingatkan untuk tetap menjaga protokol kesehatan setelah vaksin.

Pada kesempatan tersebut. Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, kembali menyampaikan apresiasi dan dukungan moril serta ucapan terima kasih kepada seluruh Tenaga Kesehatan (Nakes) yang telah bekerja setiap hari, siang dan malam tanpa mengenal hari libur untuk melaksanakan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat.

“Saya dan Kapolri memberikan apresiasi atas dedikasinya yang luar biasa kepada para Nakes untuk mengendalikan Covid-19 dengan melaksanakan percepatan vaksinasi,” ucap Panglima TNI.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, kasus aktif Covid-19 saat ini ada di wilayah DKI Jakarta dibandingkan dengan seluruh Provinsi yang ada di Indonesia. Namun, untuk melaksanakan vaksinasi sendiri sudah hampir 50 persen, sehingga sudah terlaksana kurang lebih 4.700.000 dan kurang 4.300.000 orang lagi.

“Oleh sebab itu, khusus di DKI ini, Saya bersama Kapolri turut membantu mengerahkan tenaga kesehatan dari TNI dan Polri termasuk Dinas Kesehatan, BKKBN dan mahasiswa yang sedang praktek, kita kerahkan semua,” jelasnya.

Berdasarkan kalkulasi, setiap 50 Nakes mulai dari proses administrasi skrining maka setiap 50 Nakes itu bisa memvaksinasi sekitar 2.000 orang. “Apabila target kita 165.000 per hari dibagi 2.000, maka kebutuhan vaksinator itu kurang lebih 3.800 orang,” kata Panglima TNI.

Panglima TNI juga menyampaikan bahwa TNI-Polri sudah menggelar kekuatan kurang lebih 1.355, sehingga perlu tambahan 2.500 Nakes lagi yang diisi oleh Dinas Kesehatan, BKKBN, relawan dan mahasiswa. Sehingga apabila terpenuhi target 3.800 Nakes, maka bulan Agustus sudah selesai Jakarta, sudah tercapai herd immunity dengan target setiap hari 165.000 orang yang divaksin.

“Itu harapan kita semua, mudah-mudahan keinginan ini bisa tercapai hingga bulan Agustus dan Jakarta sudah tercapai herd immunity, itu yang kita inginkan bersama,” katanya.

Sementara, Kapolri mengajak para civitas akademik, organisasi kemahasiswaan dan pemuda serta organisasi masyarakat (Ormas) untuk terlibat lansung dalam akselerasi percepatan vaksinasi guna mencapai target herd immunity.

“Maka civitas akademika, dari Universitas yang ada. Rekan-rekan dari organisasi kepemudaan dan mahasiswa untuk bisa terlibat langsung di dalam kegiatan akselerasi percepatan vaksinasi,” kata Sigit di Universitas Pancasila.

Karena itu, Sigit berharap target pemerintah 2 juta dosis vaksin perhari di bulan Agustus dapat tercapai serta bisa memperluas titik-titik vaksinasi massal.

“Untuk itu saya mengajak rekan-rekan yang memiliki personel untuk ikut bergabung dan segera berkoordinasi. Kami TNI-Polri akan memfasilitasi mulai dari vaksin sampai pengorganisasian,” imbau Sigit.

Di tempat yang sama, Rektor UP menegaskan, pihaknya siap mendukung kebijakan pemerintah, seperti dalam hal percepatan program vaksinasi ini. “Setiap Universitas itu punya kewajiban yang namanya pengabdian sosial pada masyarakat di samping pendidikan dan pelatihan,” Katanya

Tim Vaksinator TNI yang bertugas di Universitas Pancasila terdiri dari 14 dokter dan 36 paramedis, sedangkan target vaksin mulai tanggal 21 Juni hingga 1 Juli 2021 sebanyak 4000 orang, tanggal 5 sampai 8 Juli 2021 sebanyak 8.000 orang, total keseluruhan 12.000 orang.

Target capaian dan sasaran tanggal 21 Juni – 1 Juli 2021 untuk masyarakat umum sebanyak 3.103 orang, mahasiswa 1.209 orang dan total 4.312 orang. Sedangkan rencana vaksin tanggal 5 Juli 2021 adalah 2.000 vaksin untuk masyarakat umum, mahasiswa dan remaja. (*)