pasar sepi
SEPI: Situasi Pasar Cisalak, Cimanggis, Kota Depok yang sepi saat PPKM Darurat, Kamis (8/7). FOTO : PUTRI/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Ini imbas dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang diterapkan. Pedagang di pasar mulai mengalami penurunan pembeli di Kota Depok, akibat adanya pembatasan sesuai aturan. Demi melancarkan penjualan Kota Depok mendorong warga dapat memanfaatkan layanan pasar rakyat online.

Salah satu pedagang Pasar Depok Jaya, Sarifudin mengaku, pendapatannya menurun karena daya beli masyarakat juga berkurang.“Siapa yang mau tanggungjawab kalau diberlakukan PPKM itu sendiri, tapi tidak diberikan solusinya, sedangkan saya berjuang sendiri mencari pendapatan,” ucapnya kepada Harian Radar Depok, Kamis (8/7).

Menurutnya, masyarakat yang tidak diperbolehkan keluar rumah selama masa PPKM Darurat adalah penyebab utama sepinya dan menurunnya pendapatan di pasar. “Bagaimana saya mencari pendapatan. Sedangkan orang tidak boleh keluar yang sifatnya untuk kepentingan hidup mereka,” tuturnya.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Depok, Zamrowi Hasan mengatakan, dia mendorong masyarakat memanfaatkan layanan belanja online di tengah masa PPKM Darurat. “Saat ini telah disediakan sejumlah website untuk memudahkan warga berbelanja bahan kebutuhan pokok di pasar rakyat,” tuturnya kepada Radar Depok, Kamis (8/7).

Dia menyebutkan, ada sejumlah pasar rakyat kini menyediakan layanan belanja online. Antara lain, pasarsukatani.com,  pasarcisalak.com, pasartugu.com,  pasaragung.com, dan pasarkemiri.com. “Masyarakat Kota Depok dapat menghubungi nomor hotline masing-masing pasar untuk memesan list belanja,” ujarnya.

Dia menjelaskan, setiap website dikelola oleh operator. Operator tersebut yang akan menjadi penghubung antara pembeli dan penjual. Nantinya, pesanan masyarakat akan masuk ke website, lalu diteruskan oleh operator ke pedagang, dan kemudian pesanannya disiapkan serta diantar ke pembeli lewat ojek pangkalan yang ada di pasar. “Sehingga masyarakat hanya tinggal menunggu di rumah saja,” tambahnya.

Zamrowi berharap, masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut. Karena menurutnya, layanan tersebut sangatlah efektif, menghemat waktu dan tenaga, di masa pandemi Covid-19. “Diharapkan juga omzet pedagang nantinya bisa meningkat, karena program pasar rakyat atau online ini menjadi solusi masyarakat untuk terpenuhinya kebutuhan pokok, walaupun di rumah saja,” jelasnya.

Terpisah, Kepala UPT Pasar Cisalak, Sutisna mengatakan, sejak diberlakukan PPKM Darurat banyak keluhan dari para pedagang pasar. “Banyak keluhan, karena pengunjung yang sepi belakangan ini,” tuturnya kepada Radar Depok.

Dia menyebut, di Pasar Cisalak sendiri sudah memberlakukan kebijakan PPKM Darurat dengan total pedagang sekitar 50 persen. Namun, pengunjung yang datang selama PPKM Darurat menjadi berkurang sebanyak 40 persen. “Solusi dengan keadaan yang seperti ini adalah membantu penjualan via online,” jelasnya.

Namun, terkait penjualan online belum terlihat perkembangannya. “Tapi kami bersama dinas berusaha memberikan sosialisasi dan informasi kepada masyarakat melalui media sosial,” pungkasnya.

Perlu diketahui, masyarakat Kota Depok yang ingin melakukan belanja online bisa melihat di web beberapa pasar yang sudah disebutkan di atas, atau melalui sosial media lainnya.(dis/rd)

Jurnalis : Putri Disa

Editor : Fahmi Akbar