covid-19 di pangkalanjati
BERIKAN OBAT : Lurah Pangkalanjati Baru, Sugianto bersama Babinsa memberikan obat Covid-19 kepada pasien isoman belum lama ini. Ist

RADARDEPOK.COM, PANGKALANJATI BARU – Jelang akhir Juli pasien isolasi mandiri (Isoman) di Kelurahan Pangkalanjati Baru (PJB), Kecamatan Cinere terus menyusut. Rabu (28/7), berdasarkan data di kelurahan yang awal Juli ada 130 pasien kini tinggal 70 pasien isoman. Pasien Covid-19 menurun tak terlepas dari peran semua pihak yang kompak memberikan bantuan dan motivasi setiap harinya.

Lurah Pangkalanjati Baru, Sugianto menjelaskan, Juni dan awal Juli memang sedang tinggi-tingginya pesebaran Covid-19. Di 6 RW totalnya mencapai 130an pasien yang isoman. Tapi, berdasarkan data yang diterima kini sudah tersisa 70 pasien isoman. Lumayan banyak yang sudah pulih. Hal ini tak terlepas dari peran Pukesmas Cinere, warga, aparatur kelurahan, Polsek Cinere dan Koramil Limo yang selalu turun kelapangan membantu kebutuhkan pasien isoman.

Dari 70 pasien isoman, paling banyak saat ini ada di RT1 dan 2 RW1. Pasien isoman juga belum lama mendapatkan bantuan paket sembalo dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok. Dan tak luput bantuan obat Covid-19 dari pemerintah pusat. “Alhamdulilah pasien isoman di Pangkalanjati Baru selalu diperhatikan dan diberi motivasi,” jelas lurah kepada Harian Radar Depok, Rabu (28/7).

Menurutnya, bukti adanya pasien isoman yang sembuh bisa dilihat juga dari ketersedian peti mati yang selalu distok kelurahan. Saat ini tiga peti yang ada sudah dua pekan tidak ada yang mengambil. Artinya, pasien isoman di Pangkalanjati dominasi pada sembuh. “Sebelumnya ada stok peti 5 dan 6 selalu habis. Ini sudah dua pekan stok di kelurahan tak habis. Alhmdulillah warga Pangkalanjati Baru sudah banyak yang sembuh,” bebernya.

Dari awal Juli sampai hari ini (Kemarin), sambung lurah, ada enam jiwa pasien isoman yang meninggal. Umumnya yang meninggal sudah lansia atau berusia diatas 50 tahun keatas. “Yang saya tahu pasien isoman meninggal ada enam jiwa. Kalau yang meninggal di rumah sakit kurang tahu,” tandasnya. (rd/cr1)

Jurnalis : Ivanna Yustiani

Editor : Junior Williandro