Sekretaris BKPSDM KOta Depok, Mary Liziawati bahas perpanjangan pendaftaran CASN
Sekretaris BKPSDM Kota Depok, Mary Liziawati. FOTO: IST

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Badan Kepegawaian Negara (BKN) memperpanjang waktu pendaftaran seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2021 di portal SSCASN BKN. Pendaftaran yang semula berakhir Rabu 21 Juli 2021, diundur menjadi Senin 26 Juli 2021. Artinya, para pelamar CASN dideadline selama lima hari.

Hal tersebut berdampak pula pada pendaftaran CASN di Kota Depok. Berdasarkan surat BKN Nomor 6201/B-KS.04.01/SD/K/2021 tanggal 19 Juli 2021, dalam rangka memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat untuk mengikuti seleksi CASN Tahun 2021, maka itu perlu dilakukan perpanjangan masa pendaftaran dan penyesuaian jadwal tahapan pelaksanaan CASN tahun 2021.

“Iya betul diperpanjang hingga 26 Juli 2021. Untuk Kota Depok, kuota atau formasi mencapai 526,” ungkap Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok, Mary Liziawati.

Diketahui, berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Nomor 568 Tahun 2021 tanggal 21 April 2021 tentang penetapan kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemkot Depok Tahun Anggaran 2021, dan Keputusan Walikota Depok Nomor: 810/266/Kpts/BKPSDM/Huk/2021 tanggal 29 Juni 2021 tentang penetapan kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemkot Depok TA 2021, jumlah alokasi formasi CASN di Kota Depok mencapai 526.

Dengan rincian, Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sebanyak 182, yaitu Tenaga Kesehatan 58, Tenaga Teknis 124. Sedangkan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebanyak 344, yaitu Guru 182, Tenaga Kesehatan 147, dan Tenaga Teknis 15.

“Data per tanggal 18, CPNS jumlah isi form lebih dari 5.000, tapi yang sudah submit baru setengahnya. Untuk PPPK non guru yang sudah submit belum melebihi kuota,” tutur Mary kepada Radar Depok, Selasa (20/7).

Mary berharap, masa perpanjangan agar dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk masyarakat yang berminat mendaftar.

Terpisah, Plt Kepala Biro Humas Hukum dan Kerja Sama BKN Paryono mengungkapkan, perubahan jadwal tersebut disampaikan kepada seluruh pejabat pembina kepegawaian (PPK) kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. Informasi itu juga telah dipublikasikan di kanal media sosial BKN.

”Perpanjangan waktu pendaftaran ini berlaku untuk seluruh instansi pusat dan daerah yang membuka rekrutmen ASN tahun ini,” ujarnya, (19/7).

Terkait alasan perpanjangan waktu pendaftaran, ungkap Paryono, ada sejumlah pertimbangan. Antara lain memberikan kesempatan lebih panjang kepada masyarakat untuk bisa mendaftar. Selain itu, masih ada instansi yang pendaftarnya minim. Merujuk data terbaru BKN, hingga Senin (19/7) ada sejumlah instansi yang memang masih nol peminat. Misalnya lowongan di Pemerintah Kabupaten Tolikara dan Pemkab Paniai, Papua.

Disinggung soal sepinya peminat tersebut, menurut Paryono, hal itu bisa jadi disebabkan formasi yang ditawarkan kurang diminati. Sebab, tahun ini tidak semua formasi dibuka untuk calon pegawai negeri sipil (CPNS). Ada juga pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) guru dan PPPK nonguru.

”Mungkin kalau pemda hanya buka PPPK guru, peminatnya jadi sedikit. Mungkin lho ya tapi,” ujarnya.

Jika sampai batas penutupan pendaftaran formasi tersebut tetap tak ada peminat, tak akan ada perpanjangan lagi. BKN mungkin menggunakan opsi seperti tahun lalu, yakni dilakukan optimalisasi formasi. Formasi kosong diisi dari orang yang memiliki nilai terbaik, tetapi yang bersangkutan tidak diangkat menjadi CPNS. Misalnya karena formasi yang dituju membuka satu lowongan saja. Sehingga peringkat kedua bisa mengisi formasi yang kosong. Itu pun dengan syarat formasi dan kualifikasi pendidikan sama dan dalam satu instansi.

Lebih lanjut Paryono mengatakan, dengan diberlakukannya perpanjangan waktu pendaftaran di portal SSCASN BKN, jadwal tahapan seleksi berikutnya ikut mengalami penyesuaian. Adapun sejumlah tahapan yang ikut mengalami penyesuaian perubahan adalah pengumuman hasil seleksi administrasi menjadi tanggal 2–3 Agustus 2021. Kemudian masa sanggah pada 4–6 Agustus 2021 dan jawab sanggah dari instansi pada 4–13 Agustus 2021. Terakhir, pengumuman pascasanggah pada 15 Agustus 2021. (rd/gun/jpc/**)

Jurnalis/Editor: M. Agung HR