Yayasan Kilap Buana
PEDULI: Acep Jarkasih sedang menyalurkan santunan kepada yatim, duafa dan janda lansia di Yayasan Kilap Buana, beberapa waktu lalu. FOTO: IST

Menyelami Yayasan Kilap Buana (3-Habis)

RADARDEPOK.COM, Setelah menjadi Yayasan Kampung Kilap Buana, fokus Acep Jarkasih sebagai pendiri yayasan tidak hanya pada pelestarian pencak silat saja. Melainkan, mereka juga aktif di kegiatan sosial.

Laporan : Indra Abertnego Siregar

Acep Jarkasih merasa bangga, sebab dia mampu mewujudkan mimpinya sejak lama, yaitu melestarikan kembali tradisi leluhurnya.

“Saya bangga, silat Kilap Buana ini bisa hidup kembali dan sudah ada pengikutnya,” kata Acep.

Kebanggaannya tak hanya itu. Dia bisa membuat nama Kilap Buana ini semakin dikenal khalayak luas bukan karena silat saja, akan tetapi yayasan ini juga mempunyai banyak program sosial untuk masyarakat.

“Kami membuat majelis dzikir, majelis fikir, majelis ukir, santunan yatim dan duafa, serta pelatihan bagi pemuda dan warga di Bojongsari,” bebernya.

Semua kegiatan di Yayasan diadakan secara gratis untuk masyarakat yang mau ikut majelis. Maka dari itu, Acep Jarkasih harus mengencangkan ikat pinggang, banting tulang ke sana ke mari, untuk memenuhi operasional yayasan.

“Setiap Jumat saya rutin membagikan sembako dan uang tunai untuk yatim, duafa, dan janda lansia. Semua biayanya dari kantong saya pribadi,” ujar pria yang juga Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKSK) Bojongsari ini.

Dia mengaku, merasa selalu mampu untuk memenuhi seluruh kebutuhan operasional yayasan. Maka itu dia tidak menutup pintu bagi siapa saja yang ingin berdonasi untuk membantu kegiatan sosial yayasan Kilap Buana Ini.

“Alhamdulillah kalau ada yang mau bantu kami sangat berterimakasih, karena kami menyantuni puluhan sampai ratusan orang tiap minggunya. Kalau ada yang mau berkonsultasi atau berdonasi bisa menghubungi saya di nomor 081380050709,” tutupnya. (*)

 

Jurnalis: Indra Abertnego

Editor: M. Agung HR