Anggota DPRD Jawa Barat, Rizki Apriwijaya.
Anggota DPRD Jawa Barat, Rizki Apriwijaya.

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Rizki Apriwijaya mengatakan, unsur TNI dan Polri diharapkan mampu menegakkan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat dengan mendahului pendekatan persuasif dan edukatif agar masyarakat patuh terhadap aturan.

Selain penegakan aturan, wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) Jawa Barat 8 (Kota Depok-Kota Bekasi) ini, unsur TNI dan Polri juga perlu terus-menerus melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai penerapan dan pelaksanaan PPKM Darurat.

“Pendekatan persuasif dan edukatif dalam penegakkan aturan tersebut salah satunya bisa memberi edukasi bagi masyarakat mencakup batasan-batasan yang perlu dipatuhi, tentang tujuan bersama yang ingin dicapai dengan pemberlakukan PPKM Darurat,” ujar Rizki Apriwijaya kepada Radar Depok, Selasa (6/7).

Kemudian, politikus Milenilal Gerindra ini mengungkapkan, yang tidak kalah pentingnya, yakni edukasi tentang perlunya mendahulukan keselamatan bersama ketimbang kepentingan individu dan personal.

Rizki Apriwijaya pun berharap agar seluruh yang terlibat dalam penerapan kebijakan PPKM Darurat ini dapat menjadi sahabat bagi rakyat dalam menghadapi pandemi ini. Namun, bila masih ada warga membandel, ketika sudah diberikan edukasi dan pendekatan persuasif, maka aparat harus bertindak tegas.

“Perlu diberikan sanksi, agar menimbulkan efek jera bagi dirinya pribadi, dan juga masyarakat lainnya untuk taat selama PPKM Darurat dengan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19,” ujarnya.

Sebab, Rizki melanjutkan, pemerintah terus melakukan upaya agar grafik kasus Covid-19 baru dapat menurun. Sehingga, perlu didukung dari seluruh elemen masyarakat, yakni dengan mematuhi kebijakan PPKM Darurat dan Prokes Covid-19.

Bahkan, Rizki Apriwijaya menambahkan, demi mengatasi pandemi yang kian tak terkendali, Pemprov Jabar melakukan refocusing 11 proyek infrastruktur anggaran Tahun 2021 senilai Rp 140 miliar.

“Anggaran Rp 140 miliar itu akan dialihkan ke penanganan Covid-19, seperti kebutuhan obat bagi masyarakat maupun para pasien di tengah PPKM Darurat,” pungkas Rizki Apriwijaya(cky)

 

Editor : Ricky Juliansyah