RPH Tapos sembelih qurban
TERTIB: Pemotongan hewan kurban di RPH Tapos, Rabu (21/7). FOTO : DAFFA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Depok, melayani pemotongan 300 hewan kurban selama empat hari mulai dari sapi dan kambing. Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Tapos disiapkan berdasarkan permintaan masyarakat di tengah kondisi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Kepala DKP3 Kota Depok, Diah Sadiah mengatakan, 32 petugas RPH Tapos dipersiapkan untuk menangani banyaknya permintaan penyembelihan hewan kurban dari masyarakat. Tentunya dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

“Kami sesuaikan dengan kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang ada, kemudian sarana prasarana dan waktu. Karena masa pandemi, jumlah SDM harus dibatasi,” terangnya kepada Harian Radar Depok, Rabu (21/7).

Pelaksanaan pemotongan hewan kurban di RPH saat ini, lanjut Diah, tidak ada perbedaan dibandingkan tahun lalu. Persiapan yang dilakukan diantarannya menyediakan fasilitas kandang, pemeriksaan kesehatan hewan di dalam kandang, kesehatan sebelum dipotong (ante mortem) serta setelah dipotong (post mortem). “Petugas untuk kebersihan menjaga sanitasi lingkungan RPH agar tetap bersih dan sehat,” ucapnya.

Secara keseluruhan, RPH Tapos telah memotong 300 hewan kurban di hari pertama hingga kedua. Tidak ditemui kendala dalam hal pemotongan sampai pengambilan daging oleh panitia dengan pemenuhan prokes Covid-19. “Karena setiap hari disini juga memfasilitasi¬† pemotongan hewan untuk kebutuhan pangan asal hewan untuk masyarakat, jadi tidak mengalami kesulitan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Diah menegaskan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan  kesehatan hewan kurban di setiap tahunnya menjelang pelaksanaan penyembelihan hewan kurban. Sejumlah lapak penjual dan tempat pemotongan hewan kurban di luar RPH didatangi, untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan sejumlah persyaratan lainnya.

Menurutnya, dari 445 hewan kurban baik sapi, kambing, maupun domba yang telah dilakukan postmortem. Tidak ditemukan indikasi penyakit hewan bersifat zoonosis, yang diharapkan sampai hari ke empat daging kurban benar-benar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH)

“Pemeriksaan postmortem secara keseluruhan di RPH maupun di luar RPH sampai siang hari pertama tasyrik. Alhamdulillah tidak ditemukan indikasi penyakit hewan yang bersifat zoonosis,” tuturnya.

Terpisah, Kepala UPTD RPH Tapos, Alvian mengatakan seluruh hewan kurban yang dipotong di momen Idul Adha ini sebelumnya telah mendaftarkan diri melalui whatsapp, telepon, maupun surat. “Sesuai data yang mendaftar DKM, yayasan, atau warga langsung,” tandasnya. (daf/rd)

Jurnalis : Daffa Syafullah

Editor : Fahmi Akbar