depok rutan
ILUSTRASI : Narapidana pada Rutan Kelas I Depok saat menerima arahan dari Kepala Pengamanan Rutan Kelas I Depok. FOTO : ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Puluhan anak dan ratusan narapidana di Rutan Kelas I Depok memperpanjang asimilasi (Keringanan) di rumah. Hal ini setelah Kementerian Hukum dan HAM  (Kemenkumham) menerbitkan peraturan Nomor 24 Tahun 202 beberapa waktu lalu.

Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Rutan Kelas I Depok, Numan Fauzi menerangkan peraturan tersebut isinya tentang tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat bagi Narapidana dan Anak dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

“Kita belum tau pasti jumlahnya ada berapa di Rutan Depok, karena datanya ada di kantor. Yang pasti kita akan menjalankan peraturan ini,” terangnya kepada Harian Radar Depok, Minggu (4/7).

Fauzi menyebut, hal ini dilakukan karena situasi pandemi masih terjadi, bahkan terus meningkat sehingga perlu penanganan lanjutan. Tentunya program ini dalam upaya penanganan menyelamatkan Narapidana dan anak yang berada di Lapas, Rutan, LPKA di seluruh Indonesia.

Ada perubahan rujukan baru terkait perpanjangan asimilasi di rumah. Pada sebelumnya Pasal 45 Permenkumham no 32 tahun 2020 Berlaku Bagi Narapidana yang tanggal 2/3 masa tahanan dan Anak  1/2 masa pidananya sampai dengan tanggal 30 Juni 2021.

“Sekarang menjadi Pasal 45 Permenkumham no 24 tahun 2021, dan sekarang di perpanjang sampai 31 Desember sesuai peraturan,” jelas Fauzi.

Regulasi ini diterbitkan tidak hanya sebagai landasan perpanjangan asimilasi di rumah, serta sebagai perubahan rujukan regulasi terbaru dan perluasan jangkauan penerima hak integrasi dan asimilasi.

Tercatat, sesuai data yang dimiliki Kemenkumham, pada Permenkumham No 10 Tahun 2020 asimilasi bagi Narapidana dan Anak sebanyak 67.372 orang, dengan rincian Narapidana sebanyak 55.929 orang dan Anak sebanyak 1.415.

Lalu pada Permenkumham No 32 tahun 2020 Asimilasi Narapidana dan Anak sebanyak 21.096 orang, dengan rincian Narapidana sebanyak 16.387 orang dan Anak sebanyak 309. (arn/rd)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar