penerimaan siswa baru
INFORMASI : Acih Taslih Kepala SDN Mamapang 1 Depok menjelaskan banyak orang tua yang mengingin anaknya masuk ke sekolah yang dipimpinnya. FOTO : PUTRI DESCA ALI/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Pendaftaran murid baru SDN Mampang 1 Depok, di Jalan Pramuka, Kecamatan Pancoranmas Kota Depok sudah mencapai 160 siswa. Jumlah pendaftar ini sudah melebihi kapasitas. Nantinya sekolah akan menyeleksi siswa baru sebelum tahun pembelajaran dimulai.

Kepala SDN Mampang 1, Acih Taslih menjelaskan, dari 160 pendaftaran harus di saring lagi, untuk mencapai kriteria yang sudah ditetapkan oleh sekolah maupun pemerintah. SDN Mampang 1 hanya menyediakan 4 rombongan belajar (Rombel) atau kelas, sekitar 128 siswa baru.

Terkait pendaftaran, kata Acih, orangtua bisa melalui online yang dimulai 4 Juli sampai 8 Juli 2021. Bagi orang tua yang tidak bisa mendaftarkan anaknya melalui online, bisa datang langsung ke sekolah untuk mendaftar. “Selain itu para orang tua dan calon siswa harus melengkapkan data calon peserta didik baru,” ujarnya kepada Harian Radar Depok, Rabu (7/7).

Tahun lalu. Sabungnya, SDN Mampang 1 Depok menerima calon peserta didik baru mencapai 300 anak. Padahal sekolah hanya menerima 128 calon peserta didik baru, sisa nya di delete karna melebihi kapasitas. Saat ini yang di utamakan zonasi dan umur.

“Tahun kemarin kenapa bisa 300 yang mendaftar, karena orang tua main klik aja di handphone, mungkin kepencet dua kali jadi nya double, untuk tahun ini pendaftaran bukan lewat link saja, tetapi harus dowlod di playstore,” tutur kepala sekolah.

Sementara, untuk anak kebetuhan khusus yang ingin masuk ke SDN Mampang 1 bisa juga. Tetapi harus mempunyai surat dari psikiater dulu. Karena ini demi kebaikan bersama, dan bisa mengetahui kekurangan apa yang bisa dibantu.

Menurutnya, SDN Mampang 1 pernah juga mengikuti perlombaan keterampilan agama diantaranya adzan, cerdas cermat secara virtual yang meraih juara 3 kategori laki-laki. Selain itu mendaftarkan olimpiade siswa nasional seperti nari, baca puisi tetapi tidak memenangkan juara. “Yang penting ada kegiatan siswa, dan yang diutamakan menerapkan prokes yang ketat saja,” tandas Acih.(mg1/rd)

Jurnalis : Putri Desca Ali

Editor : Fahmi Akbar