Golkar Depok
SANTUNAN : Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok, Farabi A Rafiq menyantuni anak yatim di Kantor Sekretariat DPD Partai Golkar Kota Depok, Jalan Boulevard GDC, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Minggu (9/5). FOTO : RICKY JULIANSYAH

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Indonesia tengah didera gelombang kedua (Second Wave) Virus Korona, lantaran grafik kasus baru Covid-19 kembali mengalami kenaikan signifikan paska libur panjang lebaran. Sebagai tenaga medis, Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok, Farabi A. Rafiq menyerukan Terapkan delapan hal untuk meredam pandemi yang berlangsung sejak awal Maret 2020 tersebut.

Politikus bergelar doktor itu merinci, pertama yang harus dilakukan adalah seluruh warga harus taat mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19 atau 5M, seperti mengenakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilisasi serta interaksi.

“Kuncinya adalah kesadaran masyarakat dalam menaati Prokes Covid-19, sambil pemerintah terus memfokuskan 3T, yakni, testing, tracing dan treatment, serta sejumlah kebijakan seperti Program Vaksinasi dan PPKM Darurat,” tutur Farabi kepada Radar Depok, Senin (5/7).

Kedua, sambung politikus yang berprofesi sebagai dokter spesialis anak ini, warga agar memahami bahwa Rumah Sakit (RS) sudah membludak, sehingga jangan menambah jumlah pasien lagi dengan cara  taat pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

“Sejumlah rumah sakit sudah tidak mampu menampung dan kewalahan merawat pasien, selain ruangan penuh, tenaga kesehatan (Nakes) juga tidak sebanding dengan pasien yang dirawat,” sambungnya.

Dari sini, berkaitan dengan hal yang tiga, yakni warga yang positif Covid-19 dan hanya mengalami gejala ringan, diharapkan dapat melakukan Isolasi Mandiri (Isoman) di rumah masing-masing dan telemedicine untuk dipantau keadannya.

Telemedicine atau pelayanan medis jarak jauh juga perlu dilakukan, karena untuk mengetahui perkembangan dari pasien yang Isoman di rumah,” ujarnya.

Ke empat, Farabi mengungkapkan, warga diimbau untuk segera mengikuti program vaksinasi dari pemerintah, khususnya yang belum divaksin agar segera divaksin.

“Yang tidak mau vaksin agar sadar, kalian merugikan warga lainnya, vaksin itu untuk mewujudkan herd Immunity atau kekebalan komunikas, jadi segera vaksin sesuai jadwal yang telah ditentukan di lingkungan masing-masing,” tegas Farabi.

Kemudian, kelima yakni meminta pemerintah kota agar membuat sarana Isoman baru untuk derajat sedang, agar pasien derajat sedang tidak membanjiri RS, sehingga yang derajat berat tidak dapat tempat tidur di RS dan angka kematian sulit ditekan.

“Keenam,  Pemkot agar memperluas lokasi vaksin diseluruh penjuru RW agar cakupan Vaksin Covid19 meningkat,” bebernya.

Ketujuh, Farabi menjelaskan,  Bansos pemerintah agar segera diturunkan pada warga yang memerlukan dan ditambah bansos dari Pemkot untuk memperluas cakupan bantuan.

Dan, kedelapan, membuat hotline bantuan kesehatan agar warga Depok yang isoman dapat melakukan telemedicine pada hotline tersebut, sehingga warga depok yang Isoman tidak was-was dan terpantau.

“Jika delapan poin itu dilakukan, makan akan menjadi keniscayaan pandemi Covid-19 dapat segera mereda,” ucap Farabi. (cky)

 

Editor : Ricky Juliansyah