PEncak SIlat Kilap Buana
URUTAN: Acep Jarkasih sedang melakukan urutan selametan kepada murid Perguruan Silat Kilap Buana. FOTO: IST

Menyelami Yayasan Kampung Kilap Buana (2) 

RADARDEPOK.COM, Semenjak berdiri Yayasan Kampung Kilap Buana, tradisi pencak silat Kilap Buana kembali aktif, dan sudah mulai memiliki cabang di beberapa kelurahan di Kecamatan Bojongsari.

Laporan: Indra Abertnego Siregar

Ketua Yayasan Kilap Buana, Acep Jarkasih nampak begitu sibuk hari itu. Dia sesekali meninggalkan sekretariat Yayasan Kampung Kilap Buana menuju ke gedung sebelah yayasan, yang merupakan lokasi pabrikasi alat kesehatan pemurni udara Avion.

Setelah beberapa menit ke pabrik miliknya, terlihat tiga orang menggunakan mobil datang ke sana untuk mengambil empat unit Avion yang dibungkus rapi dalam kardus. Tak lama mereka pergi, Acep kembali ke sekretariat.

“Maaf ya bang, tadi saya layani pembeli dulu. Maklum musim Covid-19 gini, alat pemurni udara buatan saya lagi banyak diburu orang, ini aja ampe keteter kita produksinya,” ucapnya.

Acep memantik korek gas dan membakar sebatang rokok kretek. Dia kembali bercerita mengenai sejarah yayasan miliknya ini. Sudah puluhan tahun tradisi perguruan Kilap Buana tidak berjalan karena tidak ada yang meneruskan. Akhirnya, setelah dijadikan yayasan, semua tradisi yang ada hidup kembali.

“Sempat puluhan tahun mati suri, banyak yang udah gak kenal silat Kilap Buana. Padahal dulu tahun 1900-an terkenal banget,” ujar pria generasi ke tiga pendiri pencak silat Kilap Buana ini.

Beberapa tradisi yang kini mulai kembali berjalan di antaranya latihan silat, pentas seni budaya dan selamatan pengurutan. “Untuk latihan silat diadakan setiap Jumat, kalau pentas budaya dan selametan pengurutan itu diadakan setiap tahun di bulan Maulid,” bebernya.

Saat ini, Perguruan Silat Kilap Buana sudah mulai tersebar di beberapa kelurahan di Kecamatan Bojongsari. “Di Duren Seribu, Duren Mekar, dan Pengasinan, kami sudah ada cabangnya,” terangnya. (bersambung)

 

Jurnalis: Indra Abertnego

Editor: M. Agung HR