Rektor UIII, Komaruddin Hidayat

RADARDEPOK.COM – Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Kota Depok, Komaruddin Hidayat, yang merangkap jabatan menjadi Komisaris Independen Bank Syariah Indonesia (BSI), berbuntut panjang. Kamis (8/7), Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) membantah memberikan izin Komaruddin Hidayat rakap jabatan. Setwapres menegaskan tidak berhak memberi restu kepada Komaruddin untuk merangkap jabatan.

“Kami tegaskan bahwa Sekretariat Wakil Presiden tidak memiliki wewenang untuk memberikan rekomendasi, izin, restu, atau apa pun yang terkait dengan penunjukan seseorang untuk menjadi komisaris dalam Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau perusahaan umum lainnya,” ujar Kepala Setwapres Mohamad Oemar dalam keterangan tertulis, Kamis (8/7).

Oemar menjelaskan, ketentuan itu diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 31 Tahun 2020 tentang Kementerian Sekretariat Negara. Aturan itu menjelaskan Setwapres mempunyai tugas menyelenggarakan pemberian dukungan teknis dan administrasi kerumahtanggaan, keprotokolan, serta analisis kebijakan kepada Wakil Presiden dalam membantu Presiden.

“Jadi sekali lagi kami tegaskan bahwa Sekretariat Wakil Presiden tidak memiliki keterkaitan apa pun dalam penunjukan seseorang menjadi komisaris BUMN atau perusahaan umum lainnya,” jelasnya.

Sebelumnya, Komaruddin buka suara soal kabar merangkap jabatan rektor sekaligus komisaris di perusahaan BUMN. Dia tak menampik menjabat sebagai Komisaris Independen BSI, bank hasil merger BNI Syariah, BRI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri. “Saya jadi komisaris, (karena) kampus belum beroperasi. Tidak semuanya benar, tidak seluruhnya salah,” kata Komaruddin.

Komaruddin mengaku, telah melaporkan dua jabatannya itu ke pemerintah, khususnya Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres). Ia mengaku telah meminta izin Ketua Wali Amanah.

“Saya sudah lapor dan minta izin pada Setwapres dan Ketua Wali Amanah untuk jadi komisaris di BSI, bahkan jadi jembatan dan jaringan untuk mengembangkan program ekonomi syariah di UIII,” terang dia.(rd)

Editor : Fahmi Akbar