sidang bela diri
SIDANG PLEDOI : Kuasa Hukum dan Keluarga Terdakwa ketika foto bersama usai menjalani sidang pledoi di Kantor Pengadilan Negeri Depok, Selasa (6/7). FOTO : ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Seorang pemuda di Kota Depok, Dendi Soekarno Aji (20)  alias Pedok terpaksa menjadi terdakwa dalam kasus pengeroyokan terhadap korban Haydil alias Ambon Kidil (16).

Dendi saat itu membacok Haydil, karena merasa terancam dengan kedatangan korban. Sebilah senjata tajam yang sengaja dibawa korban akhirnya, berhasil dikuasai terdakwa Dendi dari tangannya.

Senjata makan tuan, melalui tangan Dendi alias Pedok akhirnya, senjata yang dibawa Haydil melukai dirinya sendiri. Hasil visum dokter terdapat dua titik luka robek ditubuh Haydil akibat, bacokan terdakwa.

Dari meja hijau Pengadilan Negeri (PN) Depok, Kuasa Hukum terdakwa Dendi, Donny Sudrajat melakukan pembelaan.

Dalam lembaran pledoinya, Direktur LBH Senapati Indonesia itu mengakui bahwa, kliennya telah melakukan pembacokan terhadap Haydil.

“Kami harus menyampaikan peristiwa yang terjadi sebelum terdakwa Dendy melakukan perbuatan pengeroyokan terhadap korban. Bahwa benar, terdakwa Dendy sebelumnya telah berselisih dengan korban hingga terdakwa Dendi mengalami beberapa luka di badan dan kakinya akibat perbuatan korban dan bekas luka tersebut Masih Membekas Di tubuh terdakwa Dendi,” ungkap Donny, Selasa (6/7).

Namun, Donny mengungkapkan, hal yang dilakukan kliennya itu adalah sebuah pembelaan diri.

Mengingat, kliennya atau terdakwa Dendi saat itu tidak sedang dalam niat melakukan pembacokan terhadap korbannya. Kuatnya lagi, senjata tajam yang melukai korban adalah milik korban itu sendiri.

Jadi, Donny berkesimpulan bahwa, korban Haydil yang merencanakan melakukan pembacokan itu. Hanya saja nasib yang berkata lain. Haydil malah terluka dengan senjata tajamnya sendiri.

“Bahwa benar terdakwa Dendi telah melakukan pengeroyokan secara spontan hingga menimbulkan korban luka berat dan senjata tajam yang yang digunakan merupakan senjata tajam milik korban Haydil yang berhasil terdakwa Dendi kuasai,” jelasnya.

Tak hanya Haydil yang bernasib malang, terdakwa Dendi pun juga sama, saat ini dia sedang berharap penuh kepada majelis hakim yang menyidangkan kasusnya. Agar dia mendapatkan hukuman seringan-ringannya sesuai fakta yang sesungguhnya terjadi.

Bahkan, dipenghujung sidang pledoinya, dia kembali meminta maaf kepada korban Haydil yang telah dilukainya. Berkaca-kacanya mata dari keluarga terdakwa Dendi dalam persidangan tersebut, tak merubah amar tuntutan Jaksa Penuntut Umum, yang dipimpin Putri Dwi Astrini.

Jaksa Muda dari Kejari Depok itu tetap pada pendiriannya yakni tuntutan satu tahun enam bulan kurungan penjara.

Untuk itu, Donny Sudrajat berharap, agar majelis hakim menjatuhkan hukuman setimpal dengan perbuatan terdakwa Dendi sesuai dengan fakta dari dan dibalik meja hijau. (arn/rd)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu 

Editor : Fahmi Akbar