serahkan bantuan
BERBAGI : Kepala Terminal Jatijajar Achmad Komarrudin saat menyerahkan paket sembako secara simbolis kepada pengurus lingkungan RW1 Kelurahan Jatijajar. FOTO : ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Terminal Jatijajar Depok meringankan kebutuhan pasien yang terpapar Covid-19 di lingkungan sekitar, Senin (5/7). Sasarannya, RW1 Kelurahan Jatijajar Kecamatan Tapos yang berdekatan dengan terminal. Bantuan diberikan kepada warga yang sedang menjalankan isolasi mandiri (Isoman).

Kepala Terminal Jatijajar, Achmad Komarrudin yang hadir secara langsung menyerahkan bantuan menerangkan, bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian pihak terminal terhadap lingkungan sekitar khususnya RW1. “Kami berinisiatif untuk saling membantu, karena ada beberapa warga yang menjalani isolasi mandiri. Kami berikan satu paket sembako,” katanya kepada Harian Radar Depok, Senin (5/7).

Ada sekitar 50 paket sembako serta 2 galon cairan disinfektan. Hal setidaknya dapat membantu jalannya pencegahan di lingkungan tersebut. Diharapkan, warga yang terjangkit Korona yang sedang diisolasi cepat diberikan kesembuhan, kesehatan dan bisa beraktifitas seperti semula. Lalu, silaturahmi serta sinergitas dengan warga sekitar terus terjaga.

Lebih jauh, Komarrudin menjelaskan akan ada pengetatan protokol kesehatan saat masuk terminal. Termasuk nanti pemeriksaan persyaratan perjalanan, seperti harus vaksin tahap pertama, swab antigen 1×24 jam ataupun PCR 2×24 jam. “Ini sudah ada surat edaran gugus tugas nomor 14 Tahun 2021. Kita harus berkoordinasi dengan pihak TNI-Polri dalam waktu dekat,” jelas Komarrudin.

Ditempat yang sama, Ketua RW1 Jatijajar, Achmad Mauludin menyambut baik kegiatan yang dilakukan pihak Terminal Jatijajar. “Alhamdulillah pihak Terminal Jatijajar yang diketuai kepala Terminal Bapak Umar merespon dimana wilayah kita di lingkungan RW 1 Kelurahan Jatijajar memang banyak yang terdampak, terpapar Virus Korona,” ungkapnya.

Dia membeberkan, sekitar ada 60 orang warga yang terpapar serta dua warga yang meninggal dunia. Tentunya, dengan bantuan tersebut dapat meringankan pengurus lingkungan untuk melakukan penanganan. Pencegahan wilayah, dengan melakukan micro lockdown. Jadi, bagi warga luar dilarang masuk dulu ke wilayah sini. Karena untuk menjaga bertambahnya virus Korona masuk wilayahnya.

“Kami bersepakat tokoh masyarakat, tokoh pemuda, para ketua RT dan pengurus yang lain merespon micro lockdown ini. Sehingga mereka para ketua RT menjaga portal hanya satu pintu masuk untuk wilayah RW1,” terangnya.

Dia mengharapkan, agar masyarakat lebih peduli lagi dengan protol kesehatan karena virus Korona yang sekarang ini kayaknya lebih berbahaya. Hal ini dapat dilihat dari yang meninggal tidak memakan waktu lama. Warga yang terkena kurang lebih dua sampai tiga hari meninggal dunia.(arn/rd)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar