sterilisasi Wisma Makara UI
ILUSTRASI: Sterilisasi salah satu ruangan di Wisma Makara Universitas Indonesia, beberapa waktu lalu. FOTO: IST

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Ketersediaan ruang perawatan bagi pasien Covid-19 di Kota Depok, sudah memasuki fase darurat. Hal ini lantaran sejumlah lokasi isolasi mandiri sudah tidak mampu menampung pasien Covid-19.

Corp GM Wisma Makara Universitas Indonesia (UI), Fajar Prawinto menyebutkan, saat ini kapasitas ruang isolasi di Wisma Makara UI sudah full 100 persen.

“Jadi kalau ada yang out atau sembuh, baru pasien yang sudah waiting list bisa masuk,” kata Fajar kepada Radar Depok, Jumat (9/7).

Dia mengungkapkan, hingga Jumat (9/7) ada 364 orang penderita Covid-19 yang menunggu ruangan kosong untuk isolasi di sana. “Ada ratusan yang waiting list,” tutur Fajar.

Selain itu lanjut Fajar, sejak November 2020 hingga hari ini, ada 2.894 pasien yang isolasi di Wisma Makara UI. Kemudian 2.778 orang sudah keluar, sisanya tinggal 116 pasien yang masih dalam perawatan.

“Untuk kasus meninggal, Alhamdulillah di sini gak ada. Karena di sini hanya khusus untuk OTG non Komorbid,” beber Fajar.

Terpisah, Direktur RSUD Kota Depok, Devi Maryori mengatakan, saat ini ada 121 pasien yang di rawat, dan 27 pasien masih di IGD RSUD.  “Untuk pasien sembuh belum punya datanya, karena penghitungan di akhir bulan,” imbuhnya.

Devi menyebutkan, sejak awal Juli hingga saat ini, sebanyak 50 orang pasien meninggal dunia akibat Covid-19. “Ada 50 pasien yang meninggal,” tutur Devi.

Menurut Devi, saat ini masih tersedia 177 tempat tidur untuk pasien Covid-19, menyesuaikan dengan jumah tenaga kesehatan yang ada di RSUD. Sementara itu, jumlah tempat tidur IGD Covid-19 masih tersisa 15 unit.

“Masih ada ketersediaan tempat tidur, baik di ruang perawatan maupun IGD,” tandasnya.

Sementara itu, Pemkot Depok akan mengoordinir rumah sakit yang ada di Kota Depok untuk mendapatkan Oksigen. Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita menuturkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, jika memang ada RS yang kesulitan mendapatkan oksigen.

“Akan dibantu juga menggunakan armada Pemkot Depok. Bisa juga dikawal, jika memang kebutuhan RS,” tutur Novarita kepada Radar Depok, Jumat (9/7).

Selain itu Novarita menegaskan, oksigen saat ini tidak juga dibilang langka, karena masih bisa didapatkan. Namun juga tidak mudah didapatkan, karena kebutuhan oksigen sangat meningkat.

 

“Kalau orang sudah nyari-nyari, tandanya kebutuhannya lebih besar. Tapi meskipun begitu masih bisa diatasi, pasokan aman. Ada bantuan dari provinsi dan pusat terkait ketersediaan oksigen,” tegasnya.

Novarita memberikan arahan untuk pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman), yang harus dilakukan pertama adalah jangan panik. Kemudian, idealnya harus dipantau oleh Puskesmas. “Jadi, bisa lapor kalau sedang melakukan isoman. Namun, karena sekarang yang dikontrol ribuan, harus ada kesadaran masyarakat dalam isoman,” jelasnya.

Kemudian, masyarakat bisa melakukan telekonsultasi ke Puskesmas, yang memang ada Hotlinenya. “Bisa tanya-tanya ke sana. Aktif 24 jam nomornya,” tambahnya.

Pola hidup sehat, mengonsumsi vitamin, serta meminum obat jika ada penyakit lain juga dianjurkan. “Sebenarnya yang paling penting adalah tentang hulu (pencegahan), karena kalau sudah terpapar, RS penuh susah nantinya,” ungkapnya.

Masyarakat diminta menerapkan protokol kesehatan prokes yang ketat. “3M, 6M, 5M. Itu bukan hanya istilah harus benar2 diterapkan,” pungkasnya. (rd/dra/dis)

 

Jurnalis: Indra Abertnego, Putri Disa

Editor: M. Agung HR