ledakan margo
MENINJAU :  Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok tengah mengecek kondisi Margocity pasca insiden ambruknya lift, Sabtu (22/8). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Runtuhan pasca ledakan di Margo City jadi saksi dasyatnya dentuman yang terjadi, Sabtu (21/8) sore. Hingga Senin (23/8), Polres Metro (Polrestro) Depok  masih olah tempat kejadian perkara (TKP) mencari bukt-bukti baru. Sembari menunggu hasil Pusat Labolatorium Forensik (Puslabfor), 12 saksi kejadian sudah diperiksa.

Kasat Reskrim Polrestro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno menjelaskan, masih menunggu kejelasan dari tim forensik terkait dugaan masalah kebocoran pada pipa gas. Sudah dilakukan pemotongan pipa, nantinya potongan tersebut akan digunakan sebagai sampel dibawa ke Puslabfor. Ini untuk diperiksa dan membutuhkan waktu selama tujuh hari.

“Memang hari ini (kemarin) akan ada pemotongan pipa yang kemungkinan disitu sumber bocornya. Karena katanya kebocoran mikro. Untuk pemotongan kan harus dibersihkan dulu, kosong, baru kita potong dan setelahnya akan dijadikan sampel,” ungkapnya kepada Harian Radar Depok, Senin (23/8).

Menurutnya, akibat kebocoran gas diduga menyebabkan plafon runtuh hingga membuat tembok jebol serta lift anjlok. Sebelumnya, tidak ditemukan gejala atau sedikit api dari daerah dapur. Namun, hawa panas yang disebabkan oleh gas tersebut dan menyebabkan beberapa terkena luka bakar.

“Kemarin disampaikan Pak Kapolrestro Depok bahwa itu adalah kerusakan yang berefek atau berurutan. Jadi kemungkinan penyebab utamanya adalah tekanan gas, kemungkinan ya, ini puslabfor masih menyelidiki,” katanya.

Terkait masalah yang sudah di periksa sampai dengan Minggu (23/8) malam, terdapat 12 orang baik dari karyawan maupun manajemen dari pihak Margo City. Dari 12 saksi tersebut menyebutkan mendengar sebuah ledakan kemudian atap yang runtuh.

“Ada orang dari pihak taksi yang kebetulan taksinya juga menjadi korban. Saksi korban yang sudah pulang juga kemungkinan akan kita minta keterangan, tapi kita lihat dari kondisi kesehatan yang bersangkutan,” tuturnya.

Kejadian tersebut belum dipastikan terjadinya kelalaian. Namun, Kapolrestro Depok, Kombes Imran Edwin Siregar meyakinkan tekanan gas merupakan penyebab utama adanya kerusakan yang berurutan.

Dia memastikan tidak ada api yang membara, namun berbeda dengan salah satu restoran yang berada di Ground Floor.

“Dipastikan tidak ada api, tapi tidak tahu kalau yang di dapur Marugame Udon. Mungkin kan dia lagi masak kemudian ada tekanan. Kalau dari Labfor belum menemukan ada yang terbakar,” jelasnya.

Sampai saat ini Polres Metro Depok belum memanggil manajemen Margo City untuk dilakukan pemeriksaan. Saat ini masih melakukan olah tkp untuk tahap selanjutnya. “Dari manajemen terkait engineering segala macam belum kita panggil, tapi nanti kita periksa. Jadi belum ada kesimpulan,” bebernya.

Terdapat 10 korban selamat dan 1 korban meninggal dunia, saat ini sudah 6 orang korban yang pulih dan pulang kerumah. Selanjutnya, 4 orang korban yang mendapatkan perawatan di RSU Bunda Depok.

“6 sudah pulang, tinggal empat.  Enam orang itu ada dua di RSUI dan empat orang di RS Bunda Margonda. 1 meninggal, Ibu hamil yang menjadi korban pun sudah pulang karena lukanya tidak begitu fatal,” jelasnya.

Sementara, Manager Marcomm Margo City, Reza Ardiananda mengatakan, kerugian belum dapat terhitung karena masih tahap penyelidikan. Terdapat tenan yang habis karena dampak dari kejadian tersebut, letaknya persis di Ground Floor sisi Margozone. Meski begitu, untuk saat ini timnya masih belum mengetahui berapa tenan yang habis akibat peristiwa itu.

“Ada beberapa unit tenan yang terkena dampak, di ground floor sisi Margozone,” singkatnya.(cr1/rd)

Jurnalis : Ivanna Yustiani 

Editor : Fahmi Akbar