Vaksin Anak di Kota Depok
VAKSIN ANAK: Seorang remaja saat menerima vaksinasi dari tenaga kesehatan yang berlangsung di UPTD Puskesmas Cilodong. FOTO: ARNET KELMANUTU/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dinas Kesehatan Kota Depok mengklaim telah mencakup vaksinasi anak berusia 12 hingga 17 tahun sebanyak 13.405 anak. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, drg Novarita, Rabu (11/8).

“Total sudah 13.405 anak yang sudah di vaksin dosis pertama, dan tercatat sudah sebanyak 1.286 anak menerima vaksin dosis kedua,” terang Novarita kepada Radar Depok.

Novarita menerangkan, jika pelaksanaan berjalan sama seperti biasa. Proses pendaftarannya juga sama secara langsung maupun online, sesuai pelaksana.

Tercatat ada 38 puskesmas, 23 rumah sakit baik negeri dan swasta, serta lima lokasi Sentra Vaksin Massal. Salah satunya Trans Studio Mall Cibubur dan ITC Depok, yang keduanya menyiapkan seribu dosis setiap hari.

“Siapapun silakan datang asal memenuhi persyaratan, pastinya informasikan dulu sebelum kedatangan,” lanjutnya.

Novarita meminta agar orang tua secara pro aktif mengajak anak menjalani vaksinasi, sehingga orang tua memiliki peranan dalam membantu pencegahan pandemi Covid 19.

Perlu diketahui, lima sentra vaksin yang melakukan pelayanan vaksinasi massal dengan ketersedian yang berbeda. Untuk di RS UI, Trans Studi Mall Cibubur, dan Transmart Dewi Sartika menyediakan seribu dosis perhari, lalu di ITC Depok menyediakan sebanyak 700 dosis, dan Lazada Warehouse Cimanggis menyediakan sebanyak 1.200 dosis.

Sementara, Kepala UPTD Puskesmas Cilodong, drg Dharma Ningsih menambahkan bahwa pemberian vaksinasi kepada anak sudah berlangsung, bahkan telah banyak permintaan dari pihak sekolah untuk melakukan vaksinasi.

“Sementara ini swasta, di Kecamatan Cilodong ada sekolah Al Azhar, Tunas Bangsa  yang sudah berjalan untuk dosis pertama. Rencana sekolah Rahmaniyah akan menyusul,” tambahnya saat dikonfirmasi.

Selama kegiatan vaksinasi berlangsung, drg Ningsih menuturkan, bahwa antusias vaksinasi dari sekolah karena mengharapkan pembelajaran tatap muka, yang mewajibkan pelajar serta tenaga pengajar telah divaksinasi. (rd/arn)

 

Jurnalis: Arnet Kelmanutu

Editor: M. Agung HR